5 Pemda Dukung Bandara Jenderal Soedirman Beroperasi Lagi

ADVERTISEMENT

5 Pemda Dukung Bandara Jenderal Soedirman Beroperasi Lagi

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 02 Nov 2022 21:42 WIB
Bandara Jenderal Besar Soedirman/Bandara JBS
Foto: Bandara Jenderal Besar Soedirman/Bandara JBS (Vandi Romadhon/detikcom)
Jakarta -

Lima Pemerintah Kabupaten Wilayah Banyumas Raya yaitu Purbalingga, Banyumas, Banjarnegara, Wonosobo dan Pemalang, mendukung Bandara Jenderal Soedirman beroperasi kembali.

Acara tersebut disaksikan oleh Staf Ahli Bidang Keselamatan dan Konektivitas Perhubungan, Maria Kristi Endah sekaligus memberikan sambutan tentang upaya pemerintah pusat dan daerah, dalam pemulihan konektivitas transportasi dan optimalisasi pengoperasian penerbangan di Bandar Udara Jenderal Besar Soedirman, Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah.

"Kami menyambut baik dukungan 5 pemkab terhadap pengoperasian kembali layanan penerbangan di Bandar Udara Jenderal Besar Soedirman, dengan memberikan jaminan terhadap keterisian penumpang pesawat udara, sehingga dapat mengoptimalkan kembali pengoperasian penerbangan rute Halim Perdanakusuma - Purbalingga," ujar Plt. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nur Isnin Istiartono, usai acara Penandatanganan Surat Pernyataan Bersama Pelaksanaan Penerbangan di Bandar Udara Jenderal Besar Soedirman, Purbalingga, dalam keterangan tertulis, Rabu (3/11/2022).

Untuk diketahui, rute penerbangan Halim Perdanakusuma - Purbalingga yang akan dilayani oleh maskapai Citilink ini akan beroperasi mulai tanggal 10 November 2022.

Sebelum dilakukannya penandatanganan ini, telah dilakukan beberapa upaya dan langkah berupa koordinasi dengan para Gubernur dan para Bupati/Walikota, untuk mendapatkan dukungan konektivitas transportasi udara dan mengajak untuk aktif berperan dalam menjaga keberlangsungan operasional penerbangan di daerahnya dengan pemberian insentif dan subsidi sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku.

Selain dukungan dari pemerintah daerah, dukungan Kementerian/Lembaga terkait lainnya sangat diperlukan dalam rangka pengendalian harga tiket pesawat udara, menekan inflasi sektor transportasi dan kolaborasi antar daerah untuk mendukung terciptanya permintaan (demand), pertumbuhan penumpang serta mendukung terciptanya subsidi transportasi udara sesuai dengan ketentuan.

Bersambung ke halaman berikutnya. Langsung klik

Simak juga Video: Bandara Kertajati Jadi Pintu Masuk Perjalanan Luar Negeri

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT