Edukasi Keselamatan Berkendara, Ketum MTI: Tol Bukan Tempat Setor Nyawa

ADVERTISEMENT

Edukasi Keselamatan Berkendara, Ketum MTI: Tol Bukan Tempat Setor Nyawa

Jauh Hari Wawan S. - detikFinance
Kamis, 03 Nov 2022 14:32 WIB
Seminar nasional bertajuk Memanusiakan Jalan Tol dan Inovasi Integrasi Transportasi Perkotaan Smart Berkelanjutan yang didukung oleh PT Hutama Karya di Wisma MM UGM.
Foto: dok. Jauh Hari Wawan S/detikJateng
Sleman -

Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menyelanggarakan kongres untuk memilih ketua umum. Salah satu rangkaian acaranya yakni seminar nasional. Dalam seminar bertajuk 'Memanusiakan Jalan Tol dan Inovasi Integrasi Transportasi Perkotaan Smart Berkelanjutan' itu juga didukung oleh PT Hutama Karya.

"Seminar ini memang mengambil tema yang unik. Kenapa kita membuat istilah memanusiakan jalan tol? Karena jalan tol ini bukan tempat orang meninggal, jalan tol bukan tempat menyetor nyawa sia-sia, jalan tol ini bukan tempat menyetor nyawa sia-sia, dan jalan tol ini bukan tempatnya tabrakan dan kecelakaan sesungguhnya," kata Ketua Umum MTI Prof Agus Taufik Mulyono kepada wartawan di Wisma MM UGM, Kamis (3/11/2022).

Agus menjelaskan perlu dibangun paradigma baru bahwa jalan tol sesungguhnya sudah dirancang dengan teori-teori keselamatan, desain-desain keselamatan yang luar biasa. Hanya persoalannya yang belum dilakukan adalah edukasi publik.

"Bagaimana mengemudi yang beretika, yang patuh, di jalan tol ini yang harus dikembangkan. Nah seminar ini memang ingin mengangkat tema itu supaya kita ingin menyadarkan bahwa persoalan transportasi jalan tol itu adalah persoalan bersama, bukan persoalan polisi, bukan perhubungan, bukan Direktorat Jenderal Bina Marga, bukan persoalan investor, tapi persoalan kita bersama," paparnya.

Dijelaskannya, jalan tol diperbolehkan beroperasi melayani publik jika memenuhi dua syaratnya. Pertama adalah laik fungsi, kedua adalah laik operasi.

"Kalau sudah dibangun dengan standar keselamatan, keamanan, kesehatan, standar keberlanjutan sesungguhnya jalan itu menjamin keselamatan pengguna ketika pengguna lalai," bebernya.

Kondisi tol di Indonesia menurut Agus sudah mampu mengampuni kelalaian manusia. Akan tetapi dia menilai faktor kelalaian manusianya melebihi batas wajar.

"Jadi jangan disalahkan jalan tolnya tapi bagaimana pengemudi ini menjadi bagian terintegrasi dalam penyelenggaraan transportasi di jalan tol," tegasnya.

Klik Selanjutnya

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT