KAI Butuh Rp 3,2 T Tambal Bengkak Investasi Kereta Cepat Jakarta-Bandung

ADVERTISEMENT

KAI Butuh Rp 3,2 T Tambal Bengkak Investasi Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Ilyas Fadhillah - detikFinance
Rabu, 09 Nov 2022 20:15 WIB
Rangkaian Electric Multiple Unit (EMU) menjalani persiapan untuk uji dinamis di Tegalluar, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (9/11/2022). Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memastikan Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) akan menjalani uji dinamis di sela penyelenggaran Presidensi G-20 pada 16 November mendatang. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/YU
Kereta Cepat/Foto: ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI
Jakarta -

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) membutuhkan tambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 3,2 triliun. Dana tersebut digunakan untuk menyelesaikan proyek KCJB yang ditargetkan selesai pada Juni 2023.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Didiek Hartantyo berharap dana PMN bisa cair di bulan Desember 2022. Nantinya PMN juga direncanakan akan dipakai membayar cost overrun atau pembengkakan biaya dalam proyek KCJB.

"Di kesempatan ini kami menyampaikan permohonan dukungan, persetujuan PMN kepada PT KAI sebesar Rp 3,2 triliun, untuk memenuhi porsi 25% ekuitas pihak Indonesia atas cost overrun proyek KCJB," katanya dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR, Jakarta, Rabu (9/11/2022).

Sebelumnya, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) mencatat pembengkakan proyek KCJB sebesar US$ 1,449 miliar atau sekitar Rp 21 triliun. Perhitungan tersebut berdasarkan data per 15 September 2022.

Nah, bengkak biaya ini nantinya dibayarkan oleh Konsorsium Indonesia dan Konsorsium China dengan porsi 25%. Rinciannya, konsorsium Indonesia sebesar Rp 3,2 triliun, sementara konsorsium China sebesar Rp 2,1 triliun.

Sementara pembengkakan biaya sebesar 75% atau sebesar 16,3 triliun berasal dari pinjaman China Development Bank (CDB).

Didiek berharap pemerintah menyetujui usulan PMN cair pada Desember nanti. Dengan begitu, ia yakin proyek KCJB tidak akan mengalami cost overrun tambahan dan selesai sesuai target.

Adapun target operasi KCJB adalah pada Juni 2023. Progres fisiknya sudah mencapai 79,51%m sementara progres investasi mencapai 90,6%.

Stasiun Halim pengerjaannya sudah mencapai 69,44%. Stasiun Karawang 65,99%, Stasiun Padalarang baru 9,75%, Stasiun Tegalluar 81,77%, dan Depo Tegalluar 52,65%.



Simak Video "Biaya Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung Bengkak Lagi"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT