ADVERTISEMENT

Rel Trem Kuno yang Ditemukan di Proyek MRT Buatan Jerman Tahun 1931

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 16 Nov 2022 15:48 WIB
Jakarta -

Jalur trem kuno zaman Belanda kembali ditemukan di proyek MRT Jakarta fase 2. Jalur trem yang sudah digunakan sejak zaman pendudukan Belanda di Indonesia itu ternyata diimpor dari Jerman.

Menurut salah satu tim arkeolog yang menangani temuan di proyek MRT Fase II Charunia Arni Listya D, batangan rel trem tersebut diproduksi pada tahun 1930-an. Dari temuan yang ada di proyek MRT Fase 2 batangan rel diperkirakan diproduksi pada 1931-1932, hal itu terlihat dari kode produksi yang ada di rel tersebut.

Nah batangan-batangan rel itu diketahui diimpor dari Bochum, Jerman. Sementara bantalannya kemungkinan menggunakan kayu jati yang banyak ditemui di Indonesia.

"Ini (batangan rel) dari Jerman, dibuat di pabrik yang ada di Bochum. Produksinya 1932, ada juga yang 1931," kata arkeolog yang akrab disapa Lisa saat ditemui di lokasi penemuan rel trem pada kawasan Harmoni, Jakarta Pusat, Rabu (16/11/2022).

Ada juga beberapa bantalan rel yang menggunakan material besi baja, pihak Lisa memperkirakan perbedaan penggunaan material ini terjadi karena ada peremajaan rel yang dilakukan pemerintah Hindia Belanda.

"Ini bantalan semuanya dari kayu, cuma di Mangga Besar itu ada yang bantalannya baja juga. Jadi ketika dilihat tahunnya ada kemungkinan dia lakukan peremajaan. Perbaikan relnya. Kemungkinan yang terjadi tuh itu. Ketika bantalan masih bagus ngga diganti, nah yang lapuk diganti baja," papar Lisa.

Lisa menjelaskan satu struktur rel terdiri dari dua batangan yang panjangnya 12 meter. Nah setiap batangan dirakit menjadi satu dengan bantalan kayu atau besi baja sebanyak 16 buah, lalu ada juga penahan arus listrik atau arde yang dipasang tiap 4 bantalan rel.

Secara umum, rel trem ditemukan di kedalaman 27 cm. Setidaknya kurang lebih ada 118 rangakaian rel atau sepanjang 1,4 km yang ditemukan di proyek MRT Jakarta. Tim arkeolog juga menemukan beberapa wesel rel atau sarana pemindah jalur kereta.

Lisa mengatakan sebetulnya rel-rel trem ini bisa saja digunakan kembali. Namun, menurutnya hal itu tidak akan efektif karena ketinggalan zaman.

"Masih bisa (digunakan) menurut saya, cuman kan kayaknya udah nggak ada yang mau pake ya kalau lihat pembuatan rel zaman sekarang," ungkap Lisa.

Nasib rel-rel temuan ini menurut Lisa akan diangkat secara utuh per rangkaian kemudian disimpan dulu di tempat yang disediakan oleh Perum PPD. Perusahaan pelat merah itu dulunya merupakan operator trem dan dibesut pemerintah Belanda, namun di masa kemerdekaan Indonesia perusahaan itu dinasionalisasi. Hanya saja, MRT Jakarta, menurut Lisa akan mengambil sebagian untuk kemudian dipajang dan dipamerkan.

"Ini asetnya PPD, kemungkinan akan dipindahkan ke tempat penyimpanan PPD. MRT katanya mau minta sebagian buat dipamerkan," ujar Lisa.

(hal/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT