Progres 80%, Kereta Cepat Jakarta-Bandung Usung Teknologi Ini

ADVERTISEMENT

Progres 80%, Kereta Cepat Jakarta-Bandung Usung Teknologi Ini

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Rabu, 16 Nov 2022 22:57 WIB
Rangkaian Electric Multiple Unit (EMU) menjalani persiapan untuk uji dinamis di Tegalluar, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (9/11/2022). Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memastikan Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) akan menjalani uji dinamis di sela penyelenggaran Presidensi G-20 pada 16 November mendatang. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/YU
Foto: ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI: Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Jakarta -

Uji coba dinamis Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) telah dilaksanakan hari ini. Uji coba ini digelar di sela-sela perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 2022 serta disaksikan oleh Preside Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden Xi Jinping secara daring dari Nusa Dua, Bali.

Dalam laporannya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan menyampaikan, kemajuan pembangunan kereta cepat saat ini sudah mencapai 80,4%.

"Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung ini adalah salah satu proyek utama 'Global Maritime Fulcrum' dan inisiatif Belt and Road yang menjadi landmark kerja sama Indonesia dan Tiongkok," ujar Luhut, dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (16/11/2022).

KCJB merupakan tonggak modernisasi transportasi perkeretaapian di Indonesia. Moda transportasi ini akan menghubungkan Jakarta dan Bandung dengan waktu tempuh 36 menit, jauh lebih cepat dibandingkan durasi 3 jam dengan kereta api konvensional.

Saat diluncurkan, Indonesia nantinya akan menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang mengoperasikan kereta cepat.

Sementara itu, Direktur Utama KCIC, Dwiyana Slamet Riyadi mengatakan, uji coba ini merupakan bagian dari persiapan jelang pengoperasian KCJB pada pertengahan 2023. Dalam momen tersebut, juga terlihat fitur-fitur unggul kereta penumpang KCJB yang dilengkapi teknologi canggih.

"Teknologi yang digunakan pada Kereta Cepat Jakarta Bandung menggunakan fitur kereta cepat Tiongkok yang sangat canggih, teruji, dan berkelas dunia, diantaranya jalur lintasan yang berstandar internasional yang disesuaikan dengan kondisi geologis Indonesia," ujar Dwiyana.

Performanya yang cepat bisa terwujud karena menggunakan sistem kontrol kereta Chinese Train Control System Level 3 (CTCS-3) dan fitur cabin noise yang mampu meredam getaran dan kebisingan secara optimal walau dalam laju sangat cepat. KCJB mampu melesat dengan kecepatan 420 km/jam dan kecepatan operasional 350 km/jam.

Proyek KCJB berhasil merampungkan sejumlah pencapaian sejak pembangunan berskala penuh dimulai pada Juni 2018. Seluruh konstruksi layang, jembatan dan terowongan pun telah selesai. Di sisi lain, pemasangan rel di jalur utama dari arah Bandung menuju Jakarta masih berlangsung.

"Berkat dukungan semua pihak, para kontraktor, pemerintah pusat dan daerah, investor, dan tentunya masyarakat Indonesia, KCJB sudah mencapai berbagai milestone penting," tutur Dwiyana.

Bersambung ke halaman berikutnya. Langsung klik

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT