Ditolak Megawati Sampai Ngamuk, Proyek Bandara Bali Utara Tetap Dilanjut?

ADVERTISEMENT

Ditolak Megawati Sampai Ngamuk, Proyek Bandara Bali Utara Tetap Dilanjut?

Tim detikcom - detikFinance
Selasa, 17 Jan 2023 17:26 WIB
Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri
Foto: Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri. (Dok. PDIP)
Jakarta -

Presiden ke-5 RI Megawati Soekarno Putri menolak keras terkait rencana pembangunan Bandara Buleleng, Bali. Bahkan saat mendengar permasalahan ini dirinya sempat mengamuk. Ketua Umum PDIP itu juga langsung menghubungi Gubernur Bali I Wayan Koster terkait rencana pembangunan Bandara Bali Utara tersebut.

Meski ditolak Megawati, namun rencana pembangunan Bandara Bali Utara dikabarkan terus berjalan. Bahkan pihak operator, yakni PTBIBU Panji Sakti sudah menemui 11 Raja Bali untuk membahas pembangunan Bandara Internasional Bali Utara di pesisir Kubutambahan, Buleleng, Bali Utara tersebut.

"Segala upaya telah maksimal kita lakukan, termasuk dukungan dari para Penglingsir se-Bali. Semoga tidak terlalu lama lagi, Pemerintah segera menurunkan penlok (penetapan lokasi pembangunan Bandar Udara Internasional Bali Utara di pesisir Kubutamabahan, Kabupaten Buleleng, yang sudah lama ditunggu," kata Komisaris Utama PT BIBU, Sutarman, pada Desember 2022 lalu.

Sementara itu, Direktur Utama PT BIBU Erwanto Sad Adiatmoko mengatakan, rencana pembangunan bandara di Kubutambahan, Bali Utara akan dikerjakan oleh China Construction First Group Corp. Ltd (CCFG) yang merupakan anak usaha salah satu BUMN terbesar di Negeri Tirai Bambu, China State Construction Engineering Corp. Ltd (CSCEC).

Perusahaan asal China itu dikenal mumpuni dalam pembiayaan dan pembangunan di bidang konstruksi. Untuk kontraktor lokal, pihak PT BIBU sudah menggandeng tiga BUMN Karya terbesar di Indonesia yaitu PT Pembangunan Perumahan, PT Waskita Karya dan PT WIKA.

Investasi pembangunan Bandara Internasional Bali Utara akan menelan sekitar Rp 17 triliun dan akan menciptakan lapangan kerja sebesar 200 ribu orang serta menghidupkan UMKM asal Bali dan sekitarnya. Dalam pengembangannya, bandara ini juga nantinya akan dilengkapi dengan pembangunan Aerotropolis.

"Kami sudah mendapat komitmen dari warga di sekitar Kubutambahan untuk bekerja sama mengelola tanah untuk dikelola," kata Erwanto.

Untuk menyiapkan Aerotropolis, pihak PT BIBU Panji Sakti, sudah menggandeng sejumlah perusahaan yang antara lain bergerak di bidang metaverse, finansial, properti, logistik, telekomunikasi, energi, digital data center, MICE, dan sebagainya.

"Mereka di belakang kami. Di antaranya ada sejumlah perusahaan dalam dan luar negeri yang sudah menandatangani dokumen kerjasama dengan BIBU. Kami ingin membangun peradaban baru di Bali Utara,'' ujar Erwanto.

Baru-baru ini, pembangunan bandara ini mendapatkan dukungan dari sejumlah Penglingsir Puri Agung se-Bali. Sebanyak 11 Puri Agung, direksi PT dan komisaris PT BIBU. Kunjungan ini membahas rencana pembangunan bandara Bali Utara.

"Kami betul-betul berharap bahwa PT BIBU Panji Sakti, dapat merealisasikan harapan masyarakat Buleleng dan Bali dengan kehadiran bandara di pesisir Pantai Kubutambahan," ujar Ketua Paiketan Penglingsir Puri Agung se-Bali Ida Dalem Semara Putra dari Puri Agung Klungkung.

(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT