Konglomerat Batal Masuk, Tol Terpanjang RI Dilelang Ulang

ADVERTISEMENT

Konglomerat Batal Masuk, Tol Terpanjang RI Dilelang Ulang

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 19 Jan 2023 15:37 WIB
Jalan tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap (Getaci) akan mulai dibangun dalam waktu dekat. Jalan tol ini digadang-gadang akan menjadi jalan tol terpanjang di Indonesia.
Ilustrasi Tol Getaci. Foto: (Dok. PUPR)
Jakarta -

Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap (Getaci) dilelang ulang. Sebab, pemenuhan pembiayaan (financial close) pada tol yang digadang-gadang sebagai tol terpanjang di Indonesia ini tidak tercapai.

"Getaci kita akan lelang ulang, karena kemarin kan tidak financial close," kata Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian di Kompleks DPR Jakarta, Selasa (17/1/2023) lalu.

Sebelum diputuskan untuk dilelang ulang, konsorsium pemenang lelang tol telah ditetapkan. Di dalam konsorsium tersebut, terdapat beberapa nama konglomerat di belakangnya, yakni Martua Sitorus dan Jusuf Hamka.

Konsorsium pemenang lelang terdiri dari BUMN dan swasta. Mereka membentuk Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yakni PT Jasamarga Gedebage Cilacap (JGC).

Dikutip dari laman PT Jasa Marga (Persero) Tbk, adapun pemegang saham JGC yakni Jasa Marga selaku pemegang saham mayoritas sebesar 32,5%, kemitraan PT Daya Mulia Turangga-Gama Group-PT Jasa Sarana sebesar 27,5%, PT Waskita Karya (Persero) Tbk sebesar 20%, PT PP (Persero) Tbk sebesar 10%, dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk sebesar 10%.

Gama Group merupakan perusahaan yang didirikan Martua Sitorus bersama saudaranya Ganda Sitorus. Forbes mencatat, kekayaan Martua mencapai US$ 3,2 miliar.

Sementara, Jusuf Hamka masuk ke proyek ini melalui Jasa Sarana yang merupakan BUMD Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Perusahaan yang dimiliki Jusuf Hamka yakni PT Citra Marga Nushapala Persada Tbk (CMNP) merupakan salah satu pemegang saham Jasa Sarana. Dilihat dari situs Jasa Sarana, porsi saham CMNP di Jasa Sarana sebesar 16,91%.

Nilai investasi pembangunan Tol Getaci sendiri mencapai Rp 56,2 triliun. Adapun masa konsesinya selama 40 tahun sejak Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK).

Hedy mengatakan, dengan tidak terpenuhi pembiayaan itu maka prosesnya pun dimulai dari awal. Dia mengatakan proses lelang ulang sudah dimulai di Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT). "Dilelang ulang, karena kan memang secara kontrak default," ujarnya.

Ia pun mengkonfirmasi, proses lelang ulang ini berpengaruh pada pembangunan Tol Getaci yang agak mundur. Namun, dia menuturkan, pengadaan lahan berjalan terus.

"Iya (konstruksi) agak mundur, tapi kita kan pengadaan tanah jalan terus, sampai ke Garut sementara tahap 1," ujarnya.

Lihat juga video 'Jokowi Cek Terowongan Gajah di Tol Pekanbaru':

[Gambas:Video 20detik]



(acd/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT