KA Makassar-Parepare Rute Maros-Mandai Terganjal Lahan, Menhub Sambangi Pemda

ADVERTISEMENT

KA Makassar-Parepare Rute Maros-Mandai Terganjal Lahan, Menhub Sambangi Pemda

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Sabtu, 21 Jan 2023 23:35 WIB
Menhub cek proyek KA Makassar-Parepare yang terganjal lahan
Foto: Dok. BKIP Kemenhub
Jakarta -

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mendorong percepatan penyelesaian jalur Kereta Api (KA) Maros-Mandai. Jalur ini merupakan bagian dari jalur kereta Makassar-Parepare, yang masuk proyek strategis nasional (PSN).

Menhub menjelaskan pengerjaan jalur kereta Maros-Mandai sedang berjalan, namun masih ada kendala di beberapa titik terkait pembebasan lahan.

"Kami telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Komisi V DPR RI, dan Forkopimda untuk bersama-sama menyelesaikan kendala ini. Alhamdulilah semua pihak menyatakan mendukung percepatan penyelesaian, agar bisa kami lanjutkan pengerjaan konstruksinya," ujar Menhub, saat meninjau progres proyek pembangunan KA Makassar-Parepare, dalam keterangan tertulis Sabtu (21/1/2023).

Saat ini, jalur kereta yang sudah dioperasikan yaitu mulai dari Stasiun Garongkong-Stasiun Maros sepanjang 80 km. Jika jalur Maros-Mandai sepanjang 4 km telah diselesaikan, maka total panjang jalur yang dapat dioperasikan menjadi 84 km, mulai dari Stasiun Garongkong s.d. Stasiun Mandai.

Sebelumnya pada Desember 2022, telah dilakukan uji coba pengoperasian layanan kereta api secara terbatas Stasiun Garongkong-Maros. Selama diujicobakan secara gratis, minat masyarakat untuk menjajal kereta api ini cukup tinggi. Tercatat, pada 25 Desember 2022 lalu, ada sebanyak 333 penumpang dalam satu hari.

Saat ini, pelayanan dari Stasiun Garongkong-Maros telah beroperasi penuh setiap hari, dengan melewati 9 stasiun. Setelah penyempurnaan serta pemadatan struktur tanah, kecepatan kereta pun semakin bertambah dari sebelumnya 60 km/jam, kini mampu mencapai 110 km/jam. Dengan kecepatan yang lebih tinggi, waktu tempuh perjalanan dari Garongkong-Maros menjadi lebih cepat dari awalnya 86 menit menjadi 68 menit.

Sementara itu, Kemenhub juga tengah menyiapkan angkutan bus dengan Skema Buy The Service dari Stasiun Mandai menuju Bandara Sultan Hasanuddin sebagai angkutan pemadu moda.

(hns/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT