Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Republik Kazakhstan merangkap Republik Tajikistan, Fadjroel Rachman, bersama 15 calon investor asal Kazakhstan menjajaki potensi investasi di Ibu Kota Nusantara (IKN). Pertemuan berlangsung secara hybrid di Kantor Otorita IKN dan melalui konferensi daring.
Selain membahas peluang investasi, diskusi juga menyinggung rencana perpanjangan 15 poin Memorandum of Understanding (MoU) antara IKN dan Astana, Kazakhstan, sebagai Sister City yang telah ditandatangani pada 2023. Sebagai ibu kota baru yang berdiri 28 tahun lalu, Astana diharapkan menjadi role model bagi pembangunan IKN.
Para investor hadir dari berbagai sektor seperti konstruksi, transportasi, IT, kecerdasan buatan, hingga solusi smart city. Dari 15 investor, lima di antaranya telah menyampaikan Letter of Intent (LoI). Sementara BI Group, perusahaan konstruksi multinasional swasta asal Kazakhstan, sudah lebih dulu menandatangani MoU kerja sama dengan IKN.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini langkah strategis sebagai bentuk dukungan konkret Kedutaan Besar RI untuk IKN. Mari kita implementasikan LoI dan MoU yang sudah masuk," ujar Dubes Fadjroel, dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (29/8/2025).
Perusahaan solusi kota pintar dan mobilitas cerdas, Sergek Group, juga menegaskan kembali komitmennya untuk berinvestasi di IKN. Perusahaan berencana akan membahas lebih lanjut rencana investasi itu.
"Kami berharap bisa mendapat waktu khusus untuk membahas lebih lanjut secara one-on-one terkait komitmen investasi kami," ujar Executive Advisory Sergek Group, Dalbir Singh.
Sementara itu, Direktur Investasi dan Kemudahan Berusaha Otorita IKN, Lazuardi Nasution, menambahkan pihaknya menyediakan berbagai insentif serta fasilitas kemudahan berusaha bagi investor dari Astana, Kazakhstan.
"Ini menjadi peluang besar bagi para investor dalam dan luar negeri untuk berlomba-lomba mengambil peran dan berkontribusi dalam pembangunan kota masa depan Indonesia," kata Lazuardi.
Menurutnya, optimisme ini turut tercermin dari meningkatnya perhatian publik terhadap IKN, di mana data statistik mencatat lebih dari 495 ribu kunjungan sejak September 2024 sampai dengan Juni 2025. Dengan semakin masifnya keterlibatan investor internasional, IKN tidak hanya berkembang sebagai pusat pemerintahan baru, tetapi juga sebagai ekosistem investasi global yang dinamis.
Simak juga Video: Erdogan: Turki Komitmen Ikut Bangun IKN