Infrastruktur yang Rusak Parah Disapu Banjir & Longsor di Sumut-Aceh

Duka dari Utara Sumatera

Infrastruktur yang Rusak Parah Disapu Banjir & Longsor di Sumut-Aceh

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Minggu, 30 Nov 2025 12:59 WIB
Warga berjalan melintasi sungai dengan jembatan darurat di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Sabtu (29/11/2025). Warga terpaksa melintasi jembatan darurat dari batang kayu akibat jalan dan jembatan penghubung antara Kabupaten Tapanuli Selatan menuju Tapanuli Tengah-Sibolga serta Medan putus diterjang banjir bandang pada Selasa (29/11).ANTARA FOTO/Yudi Manar/bar
Foto: ANTARA FOTO/Yudi Manar
Jakarta -

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengungkap kondisi infrastruktur imbas bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Sumatera. Salah satu kawasan yang terdampak paling parah adalah Sibolga, Sumatera Utara (Sumut).

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan saat ini pihaknya tengah fokus membuka jalan akses di wilayah-wilayah yang terisolasi akibat banjir. Salah satu daerah dengan kondisi terparah ialah Kota Sibolga yang hingga kini masih terisolasi.

"Infrastruktur yang rusak, sebetulnya yang paling parah itu adalah Sumut ya, karena sekarang itu Sibolga belum tembus," kata Dody di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Sabtu (30/11/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dody menyebut dirinya terus menjalin koordinasi dengan balai terkait untuk penanganan. Salah satu opsi yang disiapkan adalah membuka akses dari arah Aceh menuju Sibolga, mengingat kondisi jalur di Sumut sulit ditembus karena banyak titik longsor.

ADVERTISEMENT

"Ada kemungkinan besar bisa tembus, tapi dari arah Aceh. Karena kalau dari Sumut terlalu banyak titik yang longsor, yang patah, dan akan butuh waktu lah, mungkin bisa seminggu, bisa sampai 10 hari kalau dari Sumut," ujarnya.

Akses jalan tersebut dibuka melalui Kecamatan Barus, Tapanuli Tengah. Ditargetkan jalur itu bisa tembus pada Senin besok.

"Jadi kalau dari arah Aceh, Barus, itu ditargetkan ya, kalau kondisi cuaca memungkinkan dan bahan bakar minyak tersedia, insyaallah Senin sudah tembus ke Sibolga dari arah Barus, Aceh," kata dia.

Selain membuka akses ke Sibolga, beberapa daerah lain juga membutuhkan tambahan pasokan solar untuk pengoperasian alat berat. Daerah itu mencakup Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) yang menghubungkan Tarutung, Tapanuli Utara dengan Sipirok, Tapanuli Selatan.

Atas kebutuhan tersebut, Dody mengaku telah berkoordinasi dengan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri dan Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra untuk mempercepat penyaluran.

Sementara di Aceh, Kota Takengon juga sempat terisolasi. Menurut Dody, akses jalan menuju Takengon kini sudah berhasil dibuka. Kementerian PU juga telah menurunkan satu alat berat ke sana untuk membantu penanganan.

"Memang baru satu kendaraan ya, tapi kita akan coba buka lagi. Dibandingkan dengan kondisi di Sibolga, Takengon masih sedikit lebih lumayan, walaupun memang kita masih berusaha agar kendaraan lebih besar bisa lewat. Karena yang bisa lewat sekarang adalah kendaraan kecil," ujar Dody.

Ia menekankan, pembukaan akses ini sangat penting untuk mempercepat penanganan dan mempermudah mobilisasi bantuan, mulai dari pangan, sandang, hingga air bersih. Kementerian PU juga terus bekerja sama dengan pemda, kepolisian, TNI, hingga Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Semua pihak, saya tidak bisa sebut satu per satu, ada juga relawan banyak di situ yang berusaha mati-matian, terutama agar Sibolga bisa segera terbuka. Karena akses dari laut setengah mati, karena lautnya ombaknya masih sangat besar dan infrastruktur pelabuhannya belum memungkinkan untuk disandari kapal besar, kapal angkut bahan makanan," kata dia.

(acd/acd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads