Satgas Buka-bukaan Bangun Jembatan di Sumatera Masih Pakai Dana Swadaya

Satgas Buka-bukaan Bangun Jembatan di Sumatera Masih Pakai Dana Swadaya

Retno Ayuningrum - detikFinance
Selasa, 30 Des 2025 13:29 WIB
Satgas Buka-bukaan Bangun Jembatan di Sumatera Masih Pakai Dana Swadaya
Ketua Satgas Percepatan Perbaikan Jembatan, Jenderal Maruli Simanjuntak/Foto: Dok. YouTube DPR
Jakarta -

Ketua Satgas Percepatan Perbaikan Jembatan, Jenderal Maruli Simanjuntak membeberkan upaya perbaikan akses infrastruktur di wilayah terdampak bencana Sumatera, termasuk di Aceh. Sejumlah upaya dikerahkan mulai dari menggunakan dana swadaya hingga berutang ke pabrik.

Maruli menjelaskan proses pengadaan jembatan memerlukan proses panjang. Bahkan untuk jembatan jenis bailey, Maruli menyebut stok di dalam negeri bahkan di luar negeri sangat terbatas.

"Alhamdulillah presiden kita sudah merencanakan pembelian jembatan bailey dari luar negeri. Itu pun hampir tidak ada ready stock. Jadi, dikumpulkan dari beberapa negara untuk bisa menyuplai ke tempat bencana ini," ujar Maruli saat rapat koordinasi Satgas Pemulihan Pasca Bencana yang disiarkan YouTube DPR RI, Selasa (30/12/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini sudah ada 24 jembatan bailey yang diperlukan berdasarkan hasil surveinya. Namun, ia memperkirakan jumlah tersebut terus bertambah.

ADVERTISEMENT

"Kami mengumpulkan semua jembatan bailey se-Pulau Jawa, bahkan dari PU Kalimantan Timur dikumpulkan. Dari Lampung juga kita kirim semua," jelas Maruli.

Tak hanya jembatan bailey, pihaknya juga mengamankan jembatan armco. Bahkan ia sampai memborong habis seluruh produksi pabrik agar penanganan di Aceh tidak terhenti. Maruli menyebut setidaknya dibutuhkan 39 jembatan armco di Aceh.

"Untuk Armco, pabrik-pabrik itu kita borong semua habis, suruh bikin lagi habis. Udah tiga tahap kita kerjakan. Itu juga, bisik-bisik Bapak saja, masih utang Pak. Nggak ada masalah, sebetulnya masih bisa berlanjut," tambah ia.

Maruli mengaku operasional tim masih mengandalkan dana swadaya karena keterbatasan pemahaman mengenai sistem keuangan. Ia mengungkapkan kemampuan finansial ini mungkin bertahan hingga pertengahan bulan depan.

"Memang ini perlu disampaikan sampai dengan saat ini belum mengerti sistem keuangannya. Kita swadaya semua ini. Sementara mungkin pertengahan bulan depan masih kuat, pak, setelah itu.. gorek-gorek. Kami keterbatasan pengetahuan prosedur sebetulnya. Tahunya dulu, dikasih uang, kerja," katanya.

Tonton juga Video Jembatan Bailey di Teupin Mane Aceh Sudah Bisa Dilalui

(rea/ara)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads