PT Hutama Karya (Persero) dipercaya Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk melaksanakan penanganan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) pascabencana di Sumatera Barat (Sumbar). Proyek yang mencakup Kota Padang, Kabupaten Agam dan Kabupaten Pesisir Selatan ini menjadi langkah dalam memulihkan layanan air bersih agar kembali mengalir dan dimanfaatkan masyarakat.
"Penugasan dari Kementerian PU kami tindaklanjuti dengan gerak cepat dan kesiapan menyeluruh di lapangan mulai dari penguatan tim, penerapan metode kerja, hingga pengendalian mutu. Pendekatan ini kami lakukan agar sistem air minum yang dipulihkan dapat berfungsi optimal dalam jangka panjang," kata Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah dalam keterangan tertulis, Jumat (2/1/2026).
Ruang lingkup pekerjaan Hutama Karya meliputi perbaikan dan peningkatan infrastruktur SPAM di 3 wilayah terdampak. Di Kota Padang, pekerjaan mencakup perbaikan empat Intake utama yakni Palukahan, Taban, Latung dan Guo Kuranji, penambahan bak prasedimentasi di Intake Gunung Pangilun, serta pengadaan dan pemasangan pipa transmisi dan distribusi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, di Kabupaten Agam, Hutama Karya memperbaiki Intake, pemasangan pipa transmisi, serta pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru berkapasitas 20 liter/detik. Di Kabupaten Pesisir Selatan, pekerjaan difokuskan pada perbaikan delapan lokasi Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).
Saat ini, fokus utama pekerjaan berada di Kota Padang, khususnya pada penanganan pipa transmisi air baku dari Intake Palukahan menuju IPA Palukahan. Sistem ini terdiri dari 2 jalur pipa, di mana jalur pertama telah kembali berfungsi melalui penanganan PDAM Kota Padang sehingga IPA Palukahan dapat beroperasi kembali dan melayani masyarakat pada 50% dari kapasitas awal.
Hutama Karya mempercepat penyambungan jalur kedua menggunakan pipa HDPE yang didukung bantuan material dari Kementerian PU serta aksesori dari Hutama Karya Group. Sampai akhir Desember 2025, progres pekerjaan telah mencapai sekitar 75% dengan 1.134 meter pipa terpasang dari total estimasi sekitar 1.500 meter.
Penyelesaian jalur ini ditargetkan segera rampung dalam waktu dekat sehingga kapasitas distribusi air bersih dapat meningkat dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang berada di sekitar jalur akses air tersebut, yaitu beberapa daerah di Kota Padang, Kabupaten Agam dan Kabupaten Pesisir Selatan.
Pelaksanaan pekerjaan dilakukan dengan pengelolaan sumber daya yang optimal, penerapan metode kerja adaptif di medan yang menantang, serta koordinasi intensif dengan Kementerian PU dan PDAM setempat. Proyek ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan pascabencana dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui akses air bersih yang lebih andal dan berkelanjutan.
"Kehadiran proyek ini diharapkan dapat membantu masyarakat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik, sekaligus mendorong pemulihan kondisi lingkungan dan kehidupan sosial secara berkesinambungan, sejalan dengan program tanggap bencana dari Danantara Indonesia," tutup Mardiansyah.
Lihat juga Video 'CTARSA Foundation Bangun Kampung Arsa-Instalasi Air Bersih di Lokasi Bencana Sumatera':











































