MRT Jakarta meresmikan pembukaan toko kolaborasi dengan Tahilalats hari ini. Peresmian ini dihadiri oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno dan Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya.
Toko kolaborasi dengan nama Tahilalats Stations ini menghadirkan berbagai jenis merchandise, mulai dari makanan, minuman, hingga fasilitas photobooth. Kolaborasi serupa juga telah dilakukan di Stasiun Blok M.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyambut baik kolaborasi ini. Menurut pria yang akrab disapa Bang Doel ini, langkah tersebut sejalan dengan visi Jakarta sebagai Kota Global. Ia menyebut sepanjang 2025, MRT Jakarta mencatat rata-rata 141.872 pelanggan per hari. Angka ini melampaui target bulanan hingga akhir tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi saya berharap kehadiran Tahilalats Station dapat membuka ruang yang menyenangkan bagi masyarakat sekaligus mendorong minat warga untuk menggunakan transportasi publik. Sinergi antara MRT dengan brand kreator lokal menunjukkan bahwa transportasi publik dapat tumbuh bersama karya anak bangsa," ujar Rano Karno di kawasan Transport Hub Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Rabu (14/1/2026).
Sementara itu, Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya menilai kolaborasi tersebut sebagai contoh sinergi positif antara pemerintah, BUMD, serta pelaku industri kreatif. Ia berharap ke depan semakin banyak kerja sama serupa yang melibatkan produk kekayaan intelektual (IP) lokal.
"Mudah-mudahan ini juga akan terus membangkitkan IP-IP Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan pasar global," imbuh Riefky.
Direktur Utama MRT Jakarta Tuhiyat menyampaikan kolaborasi antara MRT Jakarta dengan Tahilalats sudah berlangsung lama dan berhasil menarik minat wisatawan asing. Menurut Tuhiyat, kerja sama ini membuat produksi cenderamata atau merchandise melonjak, salah satunya gantungan kunci multifungsi untuk naik MRT Jakarta.
"Berbagai macam produk yang sudah dihasilkan, dan kali ini toko yang pertama dibuka kerja sama dengan kita ada di Stasiun Blok M, dan sekarang memperluas areanya di area Dukuh Atas. Beliau memang smart. Jadi melihat trafik, di situ mengambil posisi, kira-kira seperti itu," ujar Tuhiyat.
Saking tingginya minat pembeli, baik melalui individu (B2C) maupun perusahaan (B2B), MRT Jakarta sempat kewalahan memenuhi pesanan. Bahkan permintannya bisa naik lima puluh kali lipat.
"Kira-kira omzetnya jika kita bandingkan sebelum 2025 itu cukup tinggi permintaannya, hampir lebih dari 50 kali lipat, permintaan dari berbagai baik B2B maupun B2C dengan company. Jadi hampir kita setiap ada permintaan tidak bisa kita penuhi," imbuh ia.
Tonton juga video "Jakarta IP Market Digelar, Ada Nickelodeon hingga Pokemon"
(acd/acd)









































