Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta membongkar tiang-tiang monorel yang berdiri di sepanjang Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Tiang-tiang mangkrak ini akan dibongkar bertahap setiap hari mulai Rabu malam (14/1) pukul 23.00 WIB.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menjelaskan pembongkaran tiang-tiang monorel ini sengaja dilakukan pada malam hari untuk meminimalkan penutupan jalan serta mencegah terjadinya kemacetan.
"Karena kepadatan lalu lintas di Jakarta itu bahkan sampai jam 22.00, windows time-nya itu dari jam 23.00 sampai dengan pukul 05.00," kata Syafrin di lokasi pembongkaran tiang monorel Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dinas Bina Marga Provinsi Jakarta menargetkan pemotongan dan pembongkaran satu tiang monorel bisa rampung hanya dalam satu malam. Dengan begitu proses penutupan lajur lambat untuk pengerjaan proyek dapat dilakukan secara bertahap.
"Rencana satu tiang, satu malam. Sehingga untuk lajur lambatnya, jalur lambatnya, ini akan dilakukan penutupan secara staging (bertahap)," jelasnya.
"Jadi, misalnya di ruas ini yang akan ditutup, tadi di ujung kami lakukan penutupan, kemudian di bukaan depan itu otomatis yang dari lajur cepat itu bisa masuk ke jalur lambatnya. Demikian seterusnya sampai dengan di simpang Gatot Subroto nantinya," sambung Syafrin.
Tiang Monorel Rampung Dibongkar September
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan pembongkaran tiang monorel yang sudah berdiri selama lebih dari 20 tahun itu akan rampung pada September 2026.
"Jumlah tiangnya ada 109 sampai dengan ujung Jalan Rasuna Said. Ini akan ditata rapi dan mudah-mudahan kemacetan juga akan berkurang. Mudah-mudahan September selesai," kata Pramono.
Pramono menegaskan biaya pembongkaran tiang monorel tidak besar, yakni sekitar Rp 254 juta. Namun setelah itu pihaknya akan melakukan penataan kawasan secara menyeluruh mulai dari perbaikan jalan, drainase, trotoar, penerangan jalan umum, hingga penataan taman dan estetika kawasan. Sehingga total anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 100 miliar.
"Yang Rp 100 miliar itu bukan untuk motong tiangnya. Motongnya hanya Rp 254 juta. Yang besar itu penataannya," tegasnya.
Untuk diketahui, pembangunan proyek monorel pertama kali dimulai pada 2004. Namun setelah beberapa tahun berjalan, proyek ini malah dibiarkan mangkrak karena kurangnya pendanaan.
Sejatinya proyek monorel Jakarta ini sempat ingin dihidupkan kembali oleh Joko Widodo (Jokowi) saat masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Sayangnya rencana itu gagal dilanjutkan dan proyek ini malah dibiarkan terbengkalai hingga sekarang.
Sejak 2008 proyek monorel terhenti, dan tiang-tiang dibiarkan terbengkalai begitu saja, bagai tugu pengingat kegagalan proyek tersebut.
Tonton juga video "Pramono Pertahankan Tiang Monorel di Senayan untuk Videotron-Reklame"











































