Pembangunan 2 Jembatan di Aceh Rampung, Arus Logistik Lancar Lagi

Pembangunan 2 Jembatan di Aceh Rampung, Arus Logistik Lancar Lagi

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 22 Jan 2026 13:39 WIB
Pembangunan 2 Jembatan di Aceh Rampung, Arus Logistik Lancar Lagi
Jembatan di Aceh/Foto: Dok. Adhi Karya
Jakarta -

Pemulihan jalur nasional Banda Aceh-Medan yang terputus akibat banjir bandang pada 27 November 2025 terus dilakukan. Jalur tersebut kini kembali tersambung melalui Jembatan Bailey Krueng Tingkeum di Kabupaten Bireuen.

Jembatan itu digarap langsung pembangunannya oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk bersama kontraktor lokal PT Krueng Meuh. Keduanya menyelesaikan pembangunan jembatan darurat sepanjang lebih dari 60 meter dalam waktu 18 hari, didukung 33 personel Zeni Kodam Iskandar Muda yang bekerja intensif.

Infrastruktur dengan kapasitas 30 ton ini telah melayani kendaraan roda dua hingga truk logistik. Bagi masyarakat Bireuen dan kabupaten sekitarnya, jembatan tersebut dapat menjadi simbol kembalinya produktivitas. Sebab, akses pasar lintas wilayah kembali terbuka, distribusi kebutuhan pokok yang sempat melambat berangsur normal, dan layanan publik dapat menjangkau masyarakat secara lebih merata.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Direktur Utama ADHI Moeharmein Zein Chaniago mengatakan akses infrastruktur merupakan pondasi pemulihan, karena ketika jalan dan jembatan kembali berfungsi, distribusi bantuan, aktivitas ekonomi, dan layanan publik dapat bergerak bersamaan.

"Percepatan pemulihan dilakukan sebagai bagian dari tanggung jawab perseroan dalam menjalankan penugasan negara," kata Zein dalam keterangan tertulis, Rabu (22/1/2026).

ADVERTISEMENT

Pemulihan juga berlangsung di Pidie Jaya. Jembatan kedua yang diselesaikan Adhi Karya adalah Jembatan Krueng Meureudu yang menghubungkan lintas timur Aceh telah kembali fungsional setelah penanganan darurat selesai pada 12 Desember 2025.

Selain pembangunan jembatan, ADHI mobilisasi alat berat ke sejumlah titik kritis di Aceh sejak akhir November 2025. Excavator dan dump truck dimobilisasi ke Aceh Tamiang, ruas Blangkejeren-Kutacane, Bireuen-Takengon, hingga Pidie untuk membuka akses, membersihkan material longsor, dan menyiapkan lahan infrastruktur darurat.

Sementara itu, Kementerian PU mengerahkan sekitar 1.400 personel dan 1.854 unit alat berat untuk mendukung pemulihan konektivitas pasca bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan bahwa percepatan perbaikan infrastruktur menjadi prioritas utama pemerintah setelah bencana, guna memastikan tidak ada wilayah yang terputus dari akses layanan dan logistik.

"Upaya itu difokuskan pada pembukaan akses transportasi dan pengamanan alur sungai, dengan dukungan alat berat serta koordinasi lintas sektor agar penanganan berjalan cepat dan efektif," kata Dody.

Lihat juga Video 'Purbaya Tanya Utang Jembatan Aceh Jaminan Apa? Maruli: Ya Tentara Pak':

(hal/hal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads