PT MRT Jakarta (Perseroda) menyepakati penjajakan awal kerja sama pengembangan jalur MRT Lin Timur Barat Fase 2 (Kembangan-Balaraja) dengan menggandeng tujuh pengembang. Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU).
Tujuh pengembang tersebut adalah:
(1) PT Serpong Cipta Kreasi (Summarecon Serpong)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(2) PT Alam Sutra Realty Tbk (Alam Sutera)
(3) PT Lippo Karawaci Tbk (LippoLand)
(4) PT Paramount Enterprise International (Paramount Land)
(5) PT Serpong Cipta Cahaya (Summarecon Tangerang)
(6) PT Sinar Puspapersada (Intiland Development Tbk)
(7) PT Metropolitan Karyadeka Development (Metland Cyber Puri).
Penandatanganan MoU dilakukan Direktur Pengembangan Bisnis MRT Jakarta Farchad Mahfud. Penandatanganan disaksikan langsung Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Gubernur Banten Andra Soni, serta Direktur Utama MRT Jakarta Tuhiyat.
"Hari ini kita mencatat sejarah penting melalui kerja sama antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Provinsi Banten dalam pengembangan MRT. Nota kesepahaman yang ditandatangani mencakup pengembangan MRT Lintas Timur-Barat rute Kembangan-Balaraja antara PT MRT Jakarta dan para pengembang di sekitar trase yang akan dikembangkan," ujar Pramono dalam keterangan tertulis MRT, Rabu (4/2/2026).
Kerja sama ini diharapkan akan memberikan manfaat besar bagi Jakarta dan Banten. Kehadiran proyek diklaim mampu memperkuat ekosistem ekonomi kawasan serta menegaskan peran Jakarta sebagai kota global.
"Banten membutuhkan Jakarta dan Jakarta membutuhkan Banten. Tidak ada cara lain selain bekerja sama. Kami berharap MRT ke depan dapat dinikmati masyarakat Banten sehingga manfaat pembangunan transportasi massal dapat dirasakan secara merata. Insyaallah, semoga hasil studi nantinya menunjukkan potensi yang baik untuk dikembangkan bersama," tutur Andra Soni.
Melalui penjajakan ini, akan dibentuk joint working group yang bertugas selama dua tahun ke depan untuk menyusun rencana kerja bersama meliputi pengembangan jalur Kembangan-Balaraja, interkoneksi dan integrasi kawasan.
"Penjajakan ini merupakan bentuk komitmen untuk terus mendorong percepatan interkoneksi MRT Jakarta dengan moda transportasi publik lainnya. Bagi MRT Jakarta, ini merupakan bentuk nyata dari mandat yang diberikan kepada kami untuk membangun, mengoperasikan dan mengembangkan sistem perkeretaapian perkotaan modern yang aman, nyaman dan andal, serta berkelanjutan," jelas Tuhiyat.
(aid/hns)










































