Informasi waktu tempuh Jakarta-Bandung terpangkas jadi 45 menit setelah Tol Jakarta-Cikampek II Selatan atau Japek II Selatan beroperasi penuh bikin heboh masyarakat. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) pun angkat bicara.
Kementerian PU menyatakan, informasi waktu tempuh itu perlu dipahami secara tepat. Kementerian menyatakan 45 menit merupakan perkiraan waktu tempuh hanya untuk melintasi Jalan Tol Japek II Selatan sepanjang 62 kilometer saja.
Kementerian menegaskan, 45 menit bukanlah waktu tempuh Jakarta-Bandung secara keseluruhan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Informasi tersebut perlu dipahami secara tepat. Angka 45 menit merupakan perkiraan waktu tempuh untuk melintasi ruas tol dari Gerbang Tol Jatiasih hingga Gerbang Tol Sadang, dan bukan waktu tempuh perjalanan Jakarta-Bandung secara keseluruhan," tulis Kementerian PU dalam unggahan di akun Instagram resmi, @kementerianpu, Minggu (8/2/2026).
Dalam penjelasan itu disebutkan waktu tempuh 45 menit didasarkan oleh perhitungan perjalanan dengan kecepatan rata-rata 80 kilometer per jam untuk melintasi Tol Japek II Selatan sepanjang 62 kilometer. Perkiraan itu juga dengan mengambil asumsi lalu lintas yang normal tanpa macet.
Tol Japek II Selatan secara penuh dimulai dari Gerbang Tol Jatiasih hingga ke Gerbang Tol Sadang, sepanjang 62 kilometer dengan waktu tempuh diperkirakan 45-50 menit. Kemudian, untuk mencapai pusat Kota Bandung masih ada perjalanan sejauh 69 kilometer dengan perkiraan waktu tempuh 80 menit.
Progres Tol Japek II Selatan
Tol Japek II Selatan sendiri dibangun untuk mengurangi kepadatan lalu lintas pada ruas tol eksisting, yaitu Tol Jakarta-Cikampek dan juga Tol Jakarta-Cikampek Elevated (Tol MBZ). Ruas Japek II Selatan direncanakan dapat menjadi alternatif untuk memperkuat konektivitas dari dan menuju Bandung serta Jawa Barat bagian selatan. Selama ini lalu lintas di jalur tersebut umumnya terpusat di Tol Japek dan Tol MBZ saja.
Sebagai informasi, Tol Japek II Selatan menghubungkan Tol JORR di Jatiasih dengan Tol Purbaleunyi di Sadang dengan total panjang 62 km. Tol ini terdiri atas 3 paket dan 6 seksi pekerjaan pembangunan.
Dalam catatan pemberitaan detikcom, per Oktober 2025 pembangunan proyek tol sepanjang 62 km ini sudah mencapai 72,04%. Kemudian progres pembebasan lahan sudah mencapai 81,53%.
Rinciannya antara lain pengerjaan proyek pada paket 1 mencakup Seksi 1 dan 2 Jatiasih-Bantargebang-Setu sepanjang 7,25 km, tercatat progres pembebasan lahan mencapai 9,84% dan konstruksi belum dimulai. Lalu paket 2A untuk Seksi 3 Setu-Sukaragam sepanjang 10,50 km, progres pembebasan lahan 86,09% dengan progres konstruksi 70,32%.
Paket 2B mencakup Seksi 4 Sukaragam-Bojongmangu sepanjang 13 km, progres pembebasan lahan mencapai 97,86% dengan progres konstruksi 68,10%. Sementara paket 3 untuk Seksi 5 dan 6 Bojongmangu-Kutanegara-Sadang sepanjang 31,25 km, progres pembebasan lahan 98,03% dengan progres konstruksi 90,45%.
(acd/acd)










































