Istana Pastikan Urusan Utang Kereta Cepat Pakai APBN

Istana Pastikan Urusan Utang Kereta Cepat Pakai APBN

Herdi Alif Al Hikam, Ilyas Fadilah - detikFinance
Selasa, 10 Feb 2026 18:08 WIB
Istana Pastikan Urusan Utang Kereta Cepat Pakai APBN
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo HadiFoto: Anggi Muliawati/detikcom.
Jakarta -

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan urusan utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung bakal dibayar APBN. Saat ini proses negosiasi utang sedang melakukan finalisasi yang dilakukan oleh BPI Danantara dan pihak China.

"Kemarin laporan terakhir, rapat di Danantara, jadi masih ada finalisasi sekarang proses negosiasi atau pembicaraan teknisnya itu langsung dipimpin oleh Pak Rosan sebagai CEO Danantara," ungkap Prasetyo di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2026).

"Iya (utang Whoosh tetap dibayar dengan APBN)," tegasnya memastikan ketika ditanya nasib pembayaran utang Whoosh dengan APBN.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan tak ada masalah terkait pembayaran utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung alias Whoosh. Menurutnya, utang yang harus dibayar per tahunnya Rp 1,2 triliun untuk proyek kereta cepat pertama di Asia Tenggara tersebut.

Menurutnya uang sebesar itu tak masalah dikucurkan, karena baginya Whoosh juga memiliki banyak manfaat buat masyarakat. Mulai dari mengurangi kemacetan, hingga mempercepat perjalanan.

ADVERTISEMENT

"Pokoknya nggak ada masalah karena itu kita bayar Rp 1,2 triliun per tahun. Tapi manfaatnya kan banyak, mengurangi macet, mengurangi polusi, mempercepat perjalanan, itu semuanya mesti dihitung," ungkap Prabowo usai meresmikan Stasiun Tanah Abang Baru, Selasa (4/11/2025) silam.

Menurutnya pemerintah masih kuat untuk membayar jumlah utang tersebut. Uangnya pun tersedia. Apalagi di bawah kepemimpinannya, pemerintah banyak melakukan penindakan hukum untuk penyelewengan anggaran hingga korupsi.

"Kita mampu dan kita kuat, duitnya kita ada, duit yang tadinya dikorupsi saya hemat tak saya kasih kesempatan. Saudara harus bantu kita semua, jangan kasih kesempatan koruptor itu merajalela, uang nanti banyak untuk kita untuk rakyat kita semua," tegas Prabowo.

Yang penting lagi menurut Prabowo, kehadiran Whoosh menjadikan Indonesia menguasai teknologi perkeretaapian yang canggih. Ini semua bisa terjadi karena kerja sama dengan China.

"Yang penting adalah kita kuasai teknologi. We are at the edge of best practice. Dan ini ingat ya ini simbol kerja sama kita dengan Tiongkok," pungkas Prabowo.

(hns/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads