KAI Mau Reaktivasi Jalur Kedungjati-Tanggung

KAI Mau Reaktivasi Jalur Kedungjati-Tanggung

Retno Ayuningrum - detikFinance
Jumat, 13 Feb 2026 09:05 WIB
KAI Mau Reaktivasi Jalur Kedungjati-Tanggung
KAI Mau Reaktivasi Jalur Kedungjati-Tanggung/Foto: Dok. KAI
Jakarta -

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI berencana menghidupkan kembali jalur kereta api jalur Kedungjati-Tanggung. Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menilai reaktivasi jalur ini dapat memperkuat konektivitas dan mendorong pertumbuhan wilayah.

Dalam peninjauan lapangan, Bobby bersama jajaran manajemen mengevaluasi kondisi stasiun, aset prasarana, serta kebutuhan teknis yang diperlukan untuk mendukung proses reaktivasi. Evaluasi dilakukan secara menyeluruh, mencakup aspek keselamatan, kesiapan infrastruktur, dan potensi pengembangan kawasan berbasis ekonomi lokal serta pariwisata heritage.

"Reaktivasi jalur Kedungjati-Tanggung membuka akses ekonomi baru, memperluas mobilitas masyarakat, dan mendorong pengembangan kawasan yang memiliki potensi di sektor pertanian, kehutanan, serta pariwisata sejarah," ujar Bobby dalam keterangan tertulis, Jumat (13/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jalur Bersejarah

Jalur Kedungjati-Tanggung merupakan bagian dari sejarah awal perkeretaapian Indonesia dan termasuk koridor tertua dalam pembangunan jaringan rel nasional. Wilayah Kedungjati dan sekitarnya dikenal sebagai sentra pertanian serta kawasan hutan jati yang memiliki potensi wisata alam.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Kabupaten Grobogan pada 2025, tingkat pengangguran terbuka di tingkat kabupaten tercatat 3,23%, dengan jumlah penduduk Kecamatan Kedungjati sekitar 45 ribu jiwa dan Kecamatan Tanggungharjo sekitar 43 ribu jiwa.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, konektivitas transportasi yang memadai diharapkan memperkuat aktivitas ekonomi dan daya beli masyarakat. Selain potensi ekonomi, jalur ini memiliki nilai sosial dan budaya yang kuat.

KAI Mau Reaktivasi Jalur Kedungjati-TanggungKAI Mau Reaktivasi Jalur Kedungjati-Tanggung Foto: Dok. KAI

Bobby mengatakan, Stasiun Tanggung dikenal sebagai salah satu stasiun tertua dengan arsitektur khas Swiss Chalet. Sementara, Stasiun Kedungjati memiliki bangunan bersejarah yang menjadi bagian penting perkembangan perkeretaapian nasional.

"Jalur ini adalah bagian dari titik awal sejarah perkeretaapian Indonesia. Pelestarian heritage harus berjalan selaras dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya," jelas Bobby.

(rea/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads