Ngeri! Tanah Gerak, Rumah-rumah di Tegal Roboh

Ngeri! Tanah Gerak, Rumah-rumah di Tegal Roboh

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 13 Feb 2026 20:30 WIB
Tanah gerak Desa Padasari, Tegal
Foto: Herdi Alif Al Hikam
Tegal -

Desa Padasari, di Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah mulanya merupakan dusun yang tenang. Warga bisa beraktivitas seperti biasa dan hidup dengan tenang.

Namun, suatu hari teror tanah gerak di Desa Padasari, terjadi. Pergerakan tanah dirasakan di lokasi tersebut sejak Senin 2 Februari 2025 yang lalu.

Sejak saat itu, banyak rumah warga yang retak, roboh, dan reot. Jalan-jalan setapak di desa tersebut juga nampak terkelupas struktur tanahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari catatan detikJateng, dari 464 rumah warga itu 205 rusak berat, 174 rusak sedang dan 85 rusak ringan. Hunian warga terdampak tersebar di beberapa RW. Misal di RW 01 masing-masing RT 01,02 dan 03, lalu di RW 02 meliputi RT 06, 07, 08 dan 09 serta RW 03 ada di RT 12, 13, 14 dan 15. Kemudian RW 04 ada di RT 10, 11, 16, 17 dan 18.

ADVERTISEMENT

Siang tadi, Jumat (13/2/2026), detikcom, berkesempatan langsung untuk mengunjungi secara langsung Desa Padasari. Letaknya cukup jauh dari pusat kota Tegal, butuh sekitar 45-60 menit dengan kendaraan darat.

Akses masuk Desa Padasari dapat melewati Jalan Raya Slawi. Dari situ, perjalanan dilanjutkan menggunakan kendaraan roda dua. Medannya cukup ekstrim, tanjakan dan turunan curam mewarnai perjalanan selama sekitar 20 menit dari Jalan Raya Slawi.

Ketika tiba di Desa Padasari, rumah rusak, retak, reot, dan lantainya mengelupas menjadi pemandangan utama. Beberapa rumah dibiarkan kosong karena ditinggal pemiliknya, namun beberapa warga yang rumahnya masih bisa berdiri bertahan.

"Ini rumahnya pada rusak pak, ada yang hilang, ada yang rubuh, retak, banyak yang pada ngungsi," kata salah satu warga kepada detikcom.

"Ini saya rumahnya masih bisa berdiri, tapi retak-retak," lanjutnya bercerita.

Bencana ini juga merusak fasilitas umum dan infrastruktur. Data dari pihak desa mencatat kerusakan fasilitas sosial 21 unit, Peribadatan 7 unit, pendidikan 7 unit dan pemerintahan 1 unit. Untuk kerusakan infrastruktur ada di jalan desa dan kabupaten sebanyak 3 titik serta jembatan desa 1 unit. Warga yang rumahnya terdampak diungsikan ke lokasi aman. Jumlahnya mencapai 2.460 jiwa dari 596 KK.

Solusi Pemerintah

Menurut Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo, Desa Padasari sebetulnya memang bukan kawasan yang layak untuk dijadikan tempat tinggal. Berdasarkan kajian Badan Geologi Kementerian ESDM, tanah di desa tersebut memang rawan bergerak. Maka dari itu, dirinya dan Pemkab Tegal memutuskan untuk merelokasi pemukiman tersebut.

"Ternyata ini sudah berlangsung lama ya sudah ada kajian Badan Geologi dari Kementerian ESDM di Bandung yang menyatakan ini sudah tidak layak untuk jadi pemukiman. Jadi mungkin yang tepat adalah memindahkan ke tempat yang aman," ujar Dody ketika berkunjung ke Desa Padasari.

Dia bilang Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman juga sudah menyiapkan lahan 12 hektare tak jauh dari Desa Padasari untuk pembangunan Hunian Sementara (Huntara). Lahan itu letaknya cukup dekat hanya sekitar 20 menit berkendara roda dua dari Desa Padasari.

"Pak Bupati bilang ada lahan 12 hektare di bawah nanti minta tolong sama kita dan BNPB. Untuk bangunnnya mungkin Huntara dulu ya 900-an. Mungkin sampai seribuan, kita tunggu arahan pak Bupati," ujar Dody.

Dody menyatakan pihaknya menunggu Pemkab Tegal melakukan pengajuan administrasi terlebih dahulu untuk pembangunan Huntara. Pihaknya akan menyiapkan tenaga untuk pembangunan Huntara.

Rencananya waktu pembangunan Huntara ditargetkan cuma 3 Minggu. Dengan begitu, sebelum Hari Raya Lebaran, warga bisa memiliki tempat tinggal baru 7ntuk sementara.

"Huntara PU biasanya dikerjakan cuma 3 mingguan lah. Jadi harapannya kalau bisa cepet sebelum lebaran ada hunian sementara. Lengkap dengan fasum, kamar mandi dan sebagainya. Sama kayak waktu di Sumatera dan Aceh," ujar Dody.

(acd/acd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads