PT Hutama Karya (Persero) menandatangani perjanjian fasilitas kredit dari sindikasi perbankan untuk pembiayaan pembangunan jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Betung (Sp. Sekayu)-Tempino-Jambi.
Penandatanganan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat struktur pendanaan proyek, sehingga pelaksanaan pembangunan dapat berjalan berkesinambungan sesuai rencana. Acara penandatanganan diselenggarakan pada Senin (23/02) di Ballroom HK Tower, Jakarta.
Nilai fasilitas pembiayaan yang ditandatangani mencapai Rp 13.645 miliar dan direalisasikan melalui skema sindikasi yang melibatkan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), PT Bank Central Asia Tbk, serta PT Bank Mega Tbk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ruas Betung (Sp. Sekayu)-Tempino-Jambi sendiri direncanakan memiliki panjang sekitar 170,73 km merupakan koridor utama Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang menghubungkan Betung di Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan, hingga Kota Jambi, Provinsi Jambi.
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah menjelaskan, kehadiran ruas tol tersebut akan mengintegrasikan jaringan tol dari selatan hingga utara. Keterhubungan antarkawasan pada jalur logistik utama dipastikan semakin kuat.
"Keberadaan ruas ini diproyeksikan dapat mengefisiensikan perjalanan, dimana menurut kajian Core Indonesia (2024), penghematan waktu tempuh ruas ini sekitar 59,05%. Peningkatan efisiensi tersebut diharapkan turut berdampak pada peningkatan keselamatan, kenyamanan, serta kualitas layanan transportasi bagi masyarakat," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (23/2/2026).
Lebih lanjut, ruas tol ini diharapkan memperlancar distribusi barang dan jasa, serta meningkatkan aktivitas ekonomi setempat. Dengan struktur pendanaan yang semakin solid, pelaksanaan pembangunan diharapkan berjalan lebih konsisten sehingga manfaat ekonomi dan konektivitas dapat dirasakan secara bertahap.
Perjanjian fasilitas kredit dari sindikasi perbankan ini merupakan langkah strategis untuk memenuhi porsi pendanaan proyek. Dukungan dari konsorsium perbankan dan lembaga non-keuangan mencerminkan kepercayaan serta komitmen yang kuat terhadap pembangunan infrastruktur.
Hutama Karya berkomitmen mengelola pendanaan secara prudent, transparan, dan akuntabel, serta memastikan pelaksanaan konstruksi mengedepankan mutu dan keselamatan agar manfaat konektivitas dan efisiensi logistik dapat segera dirasakan.
"Hutama Karya mengapresiasi seluruh pihak yang berkontribusi dalam terwujudnya kerja sama sindikasi tersebut. Kami optimistis sinergi yang telah terbangun akan terus berlanjut dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat, sekaligus memperkuat fondasi perekonomian nasional menuju Indonesia yang maju, tangguh, dan berdaya saing global," tutupnya.
(ily/hns)










































