Sistem Bayar Tol Tanpa Setop Jadi Dijalankan? Ini Jawaban Menteri PU

Sistem Bayar Tol Tanpa Setop Jadi Dijalankan? Ini Jawaban Menteri PU

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Jumat, 06 Mar 2026 22:22 WIB
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo.Foto: Ilyas Fadilah
Jakarta -

Proyek bayar tol tanpa setop atau Multi Lane Free Flow (MLFF) belum juga dilaksanakan. Di satu sisi, sistem pembayaran tol baru ini diklaim telah siap diterapkan, namun di sisi ada berbagai aspek yang masih perlu dibahas.

Proyek MLFF pertama kali dibahas pada 2021 lalu dan rencana implementasinya telah mundur beberapa kali. Sejak diuji coba pada akhir Desember 2023 di Tol Bali Mandara, belum ada kabar lanjutan dari rencana implementasi proyek tersebut.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan ada sejumlah masalah teknis dan non-teknis yang membuat implementasi MLFF ini tak kunjung terlaksana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"MLFF itu tetap berproses, ada sedikit masalah teknis dan non-teknis, tapi kita sudah bereskan semua. Tapi perlu waktu untuk membereskan karena terkait dengan banyak pihak, tidak hanya Kementerian PU dan penggagas MLFF-nya, tapi juga banyak pihak terkait karena ada masalah teknis dan non-teknisnya," terang Dody dalam acara Media Briefing di Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Bina Marga (DJBM) terus berproses untuk menyelesaikan berbagai kendala ini bersama pihak terkait.

ADVERTISEMENT

Rencananya, uji coba MLFF akan digelar dua atau tiga kali lagi sebelum akhirnya memutuskan kelanjutan proyek ini.
"
"Masalah teknis dan non-teknis harus kita selesaikan bersama-sama. Nanti detilnya akan dijelaskan kepada kepala DJBM. Akan ada tes dan segala macam, tes berikutnya dan segala macam, mungkin 2-3 kali kalau nggak salah, baru kita putuskan mau seperti apa," kata Dody.

Dirjen Bina Marga Roy Rizali Anwar menjelaskan proyek sistem bayar tol tanpa setop terbagi dalam tiga tahap yakni, pra-uji coba, uji coba, dan yang terakhir evaluasi.

"Nah saat ini kita masih dalam tahap pra-uji coba dan Alhamdulillah mulai dari hari Selasa kemarin sampai hari ini sudah dilakukan namanya functional testing," ujar Roy.

"Jadi functional test itu bukan mencoba, mengetes bisa apa tidak tapi skenario yang akan kita uji itu bisa dilakukan atau bisa dinilai atau tidak. Nah baru dicoba sebanyak 64 sinario dan hasilnya memang bisa dilaksanakan, bisa nilai," terang Roy.

Lebih lanjut, functional test ini akan dilakukan dalam beberapa tahap sebelum akibat bisa dilakukan uji coba.

"Nanti ada functional test tahap 2 dan tahap 3, sampai semua skenario yang disepakati dilakukan maka baru masuk ke tahap uji coba," tegasnya.

Sebagai informasi, MLFF masuk ke dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) terbaru yang ditetapkan Presiden Prabowo Subianto. Hal ini tercantum dalam Peraturan Menteri Koordinator (Permenko) Bidang Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Daftar PSN.

Proyek MLFF dimenangkan oleh perusahaan asalh Hungaria, Roatex Ltd Zrt, dan dikerjakan anak perusahaan, PT Roatex Indonesia Toll System (RITS). Dana pengembagan MLFF berasal dari anggaran negara Hungaria melalui RITS yang mencapai US$ 300 juta atau Rp 4,4 triliun.

Namun dalam prosesnya, implementasi MLFF telah molor lebih dari 3 tahun, di mana mulanya operasi ditargetkan dimulai pada 2022. Berbagai tantangan muncul, mulai dari masalah internal di RITS, hingga uji coba tertutup yang belum berhasil. Akibatnya, target implementasi sistem anyar ini terus mundur.

(igo/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads