Pembangunan jalan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN) terus berjalan. Salah satu proyek yang dikerjakan adalah paket peningkatan jalan di kawasan hunian pekerja konstruksi (HPK). Hingga awal Maret 2026, progres pembangunan jalan tersebut telah mencapai sekitar 70% dan ditargetkan rampung pada Juli 2026.
Jalan ini menjadi konektivitas di dalam kawasan hunian pekerja konstruksi yang terhubung dengan sejumlah kawasan lain seperti kawasan Hankam, hunian BIN dan Polri, serta kawasan legislatif.
Proyek ini dikerjakan oleh PT Bangun Cipta Kontraktor (BCK) dan PT Panca Karya Sentosa (PKS) dalam kerja sama operasi (KSO) sebagai kontraktor yang ditunjuk Kementerian Pekerjaan Umum. Kuasa Kerja Sama Operasi BCK-PKS, Rizal Hartanto menjelaskan pekerjaan jalan berada di kawasan hunian yang sudah padat aktivitas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pekerjaan Jalan di dalam kawasan HPK ini yg dikerjakan oleh BCK-PKS, KSO berada didalam lingkungan hunian yang sudah padat dan letaknya berada diantara 2 jalan akses utama di OIKN yaitu LS-2 dan LS-4," katanya dalam keterangan tertulis, Senin (9/3/2026).
Menurutnya kondisi tersebut menjadi tantangan dalam pelaksanaan proyek karena harus tetap menjaga aktivitas di kawasan sekitar.
"Hal ini memberikan tantangan sendiri dalam pelaksanaannya, dimana BCK-PKS, KSO harus bisa tetap bekerja mengejar target penyelesaian sesuai kontrak dengan mengedepankan koodinasi serta komunikasi yang baik dengan hunian disekitarnya dan paket-paket pekerjaan disekitarnya agar tidak saling terganggu. Dengan kondisi seperti itu kami menerapkan strategi percepatan dalam pelaksanaannya dengan tetap mengutamakan mutu dan keselamatan kerja."
Untuk mengejar target penyelesaian, pekerjaan dilakukan secara simultan dengan menambah sumber daya peralatan dan tenaga kerja serta menambah waktu kerja.
"Pekerjaan dilakukan secara simultan dengan menambah sumberdaya baik peralatan maupun tenaga sesuai dengan kebutuhan dan menambah waktu kerja sesuai target waktu yang telah ditetapkan. Dengan menerapkan metode seperti itu, kami di awal maret 2026 sudah mencapai progress 70% dan sisanya sekitar 30% lagi , kami targetkan akan selesai di bulan Juli 2026 sesuai Kontrak," katanya.
Proyek ini mencakup pembangunan jalan sepanjang 3,30 kilometer. Jalan tersebut dilengkapi sistem utilitas bawah tanah, area pedestrian, jalur pesepeda, serta ruang terbuka hijau. Ruas jalan di kawasan HPK terdiri dari dua tipe jalan dengan lebar berbeda, yaitu ROW 24 meter dan ROW 16 meter.
Dalam pengembangannya, kawasan ini juga menerapkan konsep shared street yang memungkinkan kendaraan bermotor dan pesepeda menggunakan lajur yang sama. Jalan dengan ROW 16 meter dilengkapi taman dan pepohonan yang menjadi pembatas dengan jalur pejalan kaki.
Konsep kota pintar juga diterapkan melalui penggunaan lampu jalan dengan sensor gerak yang dapat menyesuaikan tingkat pencahayaan secara otomatis. Lampu tersebut menggunakan sumber energi dari baterai yang diisi melalui panel surya.
Selain itu, sistem penyiraman tanaman menggunakan sensor waktu otomatis. Di beberapa titik juga disediakan fasilitas air minum atau drinking water fountain yang terhubung dengan jaringan air minum di dalam terowongan utilitas.
(fdl/fdl)










































