Mudik Lebaran 2026, Kementerian PU Siapkan 10 Tol Fungsional dan 15 TIP

Mudik Lebaran 2026, Kementerian PU Siapkan 10 Tol Fungsional dan 15 TIP

Renaldi Saputra - detikFinance
Rabu, 11 Mar 2026 11:22 WIB
Mudik Lebaran 2026, Kementerian PU Siapkan 10 Tol Fungsional dan 15 TIP
Foto: Kementerian PU
Jakarta -

Untuk mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 (Idul Fitri 1447 H), Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) menyiapkan 10 ruas tol fungsional dengan total panjang sekitar 291,13 km. Selain itu, juga disiapkan 15 Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) fungsional di sejumlah titik strategis.

Pengoperasian ruas tol dan TIP fungsional ini diharapkan dapat membantu mengurai potensi kepadatan di jalur utama mudik sekaligus meningkatkan kenyamanan perjalanan masyarakat selama periode Lebaran.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan Kementerian PU bersama BUJT terus mempercepat penyelesaian konstruksi sejumlah ruas tol strategis agar dapat difungsionalkan secara terbatas saat periode mudik Lebaran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Langkah ini dilakukan untuk menambah kapasitas jaringan jalan tol sekaligus mengurai potensi kepadatan di ruas-ruas utama," ujar Dody, dalam keterangan tertulis, Rabu (11/3/2026).

Secara keseluruhan terdapat 10 ruas jalan tol yang masih dalam tahap konstruksi dan berpotensi difungsionalkan selama periode mudik Lebaran. Total panjang ruas tersebut mencapai sekitar 291,13 km yang tersebar di wilayah Sumatera, Jawa, dan Kalimantan.

ADVERTISEMENT

10 Ruas Tol Fungsional di Sumatera, Jawa, dan Kalimantan

Sebanyak 10 ruas tol yang masih dalam tahap konstruksi berpotensi difungsionalkan selama periode mudik Lebaran 2026. Total panjang ruas tersebut mencapai sekitar 291,13 km yang tersebar di wilayah Sumatera, Jawa, dan Kalimantan.

Di wilayah Sumatera, terdapat tiga ruas tol dengan total panjang sekitar 90,73 km. Ruas Sigli-Banda Aceh sepanjang 24,67 km dengan progres sekitar 94,25% akan difungsikan dua jalur dua arah untuk seluruh golongan kendaraan.

Kemudian ruas Palembang-Betung sepanjang 53,20 km dengan progres sekitar 90-91% juga akan dioperasikan dua jalur dua arah, tetapi khusus kendaraan Golongan I (non-bus). Sementara itu, ruas Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat sepanjang 12,86 km dengan progres 100% siap difungsikan dua jalur dua arah untuk seluruh golongan kendaraan.

Di Pulau Jawa, terdapat enam ruas tol yang berpotensi difungsionalkan dengan total panjang sekitar 148,03 km. Ruas Probolinggo-Banyuwangi Seksi 1 dan 2 sepanjang 24,08 km telah mencapai progres 100% dan dapat difungsikan dua jalur dua arah untuk seluruh golongan kendaraan. Sementara Seksi 3 sepanjang 25,60 km dengan progres 95,98% akan difungsikan dengan skema serupa, namun khusus kendaraan Golongan I (non-bus).

Ruas Serang-Panimbang Seksi 2 sepanjang 24,17 km dengan progres sekitar 98,10% akan dioperasikan satu jalur satu arah melalui jalur A untuk kendaraan Golongan I (non-bus). Selain itu, ruas Ciawi-Sukabumi Seksi 3 hingga akses Karangtengah sepanjang 4,97 km dengan progres sekitar 71,95% akan difungsikan satu jalur satu arah khusus kendaraan Golongan I (non-bus).

Sementara itu, ruas Jakarta-Cikampek II Selatan sepanjang sekitar 52 km dengan progres antara 72% hingga 94% akan difungsikan secara khusus untuk arus balik dari Sadang menuju Jakarta bagi kendaraan Golongan I (non-bus).

Selain itu, ruas Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo Seksi 1 Paket 1.2B sepanjang 12,23 km dengan progres 93,30% serta ruas Yogyakarta-Bawen Seksi 6 sepanjang 4,98 km dengan progres 89,93% masing-masing akan dioperasikan satu jalur satu arah untuk kendaraan Golongan I (non-bus).

Di Kalimantan, terdapat Akses Tol IKN sepanjang sekitar 52,37 km dengan progres bervariasi hingga 100% yang akan difungsikan dua jalur dua arah khusus untuk kendaraan Golongan I (non-bus).

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Wilan Oktavian mengatakan skema operasional ruas tol fungsional akan bersifat fleksibel dan situasional, menyesuaikan dengan kondisi lalu lintas di lapangan.

"Pengaturan dan skema lalu lintas, baik satu arah maupun dua arah terbatas, akan diterapkan sesuai diskresi Kepolisian termasuk dengan waktu operasionalnya. Ruas tol fungsional ini diperuntukkan bagi kendaraan Golongan I (non-bus)," jelas Wilan.

15 TIP Fungsional untuk Dukung Kenyamanan Pemudik

Selain menyiapkan ruas tol fungsional, Kementerian PU melalui BPJT bersama BUJT juga menyiapkan 15 Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) yang masih dalam tahap konstruksi untuk difungsikan sementara selama periode mudik Lebaran 2026.

Sejumlah TIP telah siap digunakan dengan fasilitas dasar seperti area parkir, SPBU modular, tempat ibadah, toilet, serta tenant UMKM. Di antaranya TIP Sigli-Banda Aceh pada KM 37+000 A/B dan TIP Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat di KM 99+800 A/B yang telah siap 100%. TIP Palembang-Betung di KM 71+000 A/B dengan progres sekitar 95% juga disiapkan dengan fasilitas serupa.

Selain itu, tersedia TIP sementara di ruas Cipali KM 77B yang memanfaatkan eks Gerbang Tol Cikopo dengan fasilitas minimal berupa area parkir, tempat ibadah, toilet, serta tenant UMKM terbatas.

Di Jawa Barat, TIP Cileunyi-Sumedang-Dawuan KM 203+000 A/B dengan progres sekitar 34% juga disiapkan. Sementara di Jawa Tengah, TIP Semarang-Solo KM 439+000 A dan KM 444+000 B telah siap 100% dengan fasilitas lebih lengkap, seperti bengkel, pos kesehatan, ruang laktasi, serta ATM center.

Selanjutnya, TIP Solo-Yogyakarta-NYIA KM 19+000 A disiapkan dengan fasilitas sementara. Sementara itu, TIP Pasuruan-Probolinggo KM 844 A/B dengan progres 30,96% dilengkapi SPBU, SPKLU, serta fasilitas pendukung lainnya. Adapun TIP Probolinggo-Banyuwangi KM 888 A juga difungsikan dengan fasilitas dasar berupa area parkir, tempat ibadah, dan toilet.

Pengoperasian ruas tol dan TIP fungsional tersebut akan dilakukan secara situasional selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas di lapangan serta hasil koordinasi lintas sektor. Fasilitas ini dihadirkan untuk mendukung kelancaran perjalanan masyarakat sekaligus membantu mengurai potensi kepadatan di ruas-ruas utama.

Tonton juga video "Kakorlantas Cek Kesiapan Tol Japek II Selatan Jelang Operasi Ketupat 2026"

(ega/ega)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads