Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan kesiapan jaringan infrastruktur jalan di seluruh wilayah untuk menghadapi arus mudik dan balik libur Lebaran 2026. Berbagai perbaikan pun sudah dilakukan.
Menteri PU Dody Hanggodo memaparkan saat ini Indonesia memiliki 47.603 kilometer (km) jalan nasional non-tol dengan tingkat kemantapan mencapai 93,50%. Di mana tingkat kemantapan tertinggi ada di Pulau Sulawesi yang mencapai 97,15%, dan terendah di Pulau Papua dengan tingkat 85,37%.
"Untuk menjaga kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran, Kementerian PU melakukan berbagai pekerjaan konservasi di jalan nasional," kata Dody dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi V DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pelaksanaannya, Kementerian PU menemukan 89.468 titik lubang di berbagai ruas. Dari jumlah itu, sebanyak 85.466 titik lubang dilaporkan sudah selesai diperbaiki.
"Pada jaringan jalan nasional saat ini teridentifikasi kurang lebih total 89.468 titik lubang. Dari jumlah tersebut Alhamdulillah 85.466 titik lubang atau sekitar 95,52% telah ditangani," jelasnya.
Selain itu, Dody mengatakan pihaknya juga sudah melakukan pembersihan bahu jalan, pemotongan rumput, serta normalisasi jaringan drainase agar fungsi jalan tetap optimal selama perode mudik.
"Kegiatan pemangkasan rumput telah dilakukan pada kurang lebih km jalan, dari total 43.500 km jalan atau sekitar kurang lebih 80,9% dari target pemeliharaan," papar Dody.
Menurutnya, proses 'tambal' jalan hingga pangkas rumput ini sudah dilakukan sejak Januari kemarin. Sementara itu, proses revitalisasi akan dihentikan sementara mulai hari ini untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas.
"Pekerjaannya dilakukan rata-rata dari mulai akhir Januari dengan target penyelesaian adalah H-10 atau tanggal 11 Maret 2026," tuturnya.
(igo/fdl)










































