Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan kesiapan infrastruktur jalan nasional non-tol dan jalan tol untuk mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. Berbagai langkah disiapkan agar kondisi jalan nasional non-tol, jalan tol, hingga sarana pendukung berada dalam kondisi mantap, aman, dan nyaman dilalui masyarakat.
Hal itu disampaikan Menteri PU Dody Hanggodo dalam Rapat Kerja Komisi V DPR RI bersama Kementerian Perhubungan, BMKG, dan Basarnas terkait kesiapan infrastruktur dan layanan transportasi menjelang mudik Lebaran 2026.
Ia mengatakan Kementerian PU berkomitmen memastikan kesiapan infrastruktur serta layanan pendukung melalui Instruksi Menteri PU Nomor 01 Tahun 2026 yang menjadi pedoman bagi seluruh unit kerja dalam menghadapi periode mudik Lebaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam pelaksanaanya, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air melakukan pemantauan kondisi cuaca dan potensi bencana hidrometeorologi. Sementara, Direktorat Jenderal Bina Marga memastikan kondisi jalan dan jembatan tetap mantap serta mempercepat penanganan apabila terjadi kerusakan di lapangan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (12/3/2026).
"Direktorat Jenderal Cipta Karya juga memberikan dukungan fasilitas sanitasi seperti toilet portable dan mobil tangki air pada titik-titik layanan masyarakat. Sementara itu, Sekretariat Jenderal memperkuat komunikasi publik serta integrasi sistem informasi," sambungnya.
Secara nasional, jaringan jalan nasional non-tol yang menjadi tanggung jawab Kementerian PU mencapai sekitar 47.603 km dengan tingkat kemantapan 93,5% yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Jalan tersebut menjadi salah satu tulang punggung mobilitas masyarakat selama periode mudik, khususnya pada koridor utama di Pulau Jawa dan Sumatera.
Sementara itu, jaringan jalan tol operasional saat ini mencapai sekitar 3.115 km yang terdiri dari 76 ruas jalan tol di seluruh Indonesia. Jaringan tersebut dilengkapi dengan 136 Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) atau rest area, 581 gerbang tol, serta dikelola oleh 54 Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).
Selama periode mudik dan arus balik Lebaran, pemerintah juga akan memfungsikan 10 ruas jalan tol tambahan dengan total panjang sekitar 291 km serta 15 TIP fungsional pada sembilan ruas jalan tol.
"Pemerintah juga telah menetapkan diskon tarif tol rata-rata sekitar 30 % pada 29 ruas jalan tol pada periode tertentu arus mudik dan arus balik. Kebijakan ini diharapkan dapat membantu mengurai kepadatan lalu lintas serta mendorong distribusi perjalanan masyarakat menjadi lebih merata," jelas Dody.
Lebih lanjut, Kementerian PU melakukan berbagai kegiatan pemeliharaan dan peningkatan kualitas infrastruktur jalan, baik di jalan nasional non-tol maupun jalan tol. Pekerjaan yang dilakukan antara lain scraping, filling, dan overlay (SFO), penanganan lubang jalan, pembersihan saluran drainase, hingga pemotongan rumput.
Selain itu, dilakukan pula penggantian expansion joint pada jembatan, pemadatan aspal, serta rekonstruksi jalan pada sejumlah titik yang memerlukan penanganan.
Untuk mendukung layanan bagi pemudik, Kementerian PU pun menyiapkan 496 posko mudik yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Posko tersebut berfungsi sebagai pusat pemantauan kondisi jalan sekaligus titik koordinasi penanganan cepat apabila terjadi gangguan infrastruktur di lapangan.
"Kesiapan infrastruktur pada periode mudik tidak hanya ditentukan oleh kondisi fisik jalan. Tetapi juga sangat dipengaruhi oleh kecepatan sistem merespons apabila terjadi gangguan di lapangan," kata Dody.
Kementerian PU turut mengidentifikasi sejumlah titik rawan bencana dan kemacetan di sepanjang jalur mudik nasional. Titik tersebut meliputi 591 titik rawan banjir, 1.277 titik rawan longsor, 15 titik rawan rob, 249 titik rawan kemacetan, serta 187 titik rawan kecelakaan yang tersebar di berbagai wilayah.
Untuk mendukung penanganan cepat di lapangan, Kementerian PU menyiagakan 1.461 unit Disaster Relief Unit (DRU) yang dapat dimobilisasi sewaktu-waktu dan dilengkapi personel serta peralatan untuk penanganan darurat seperti longsor, banjir, maupun kerusakan infrastruktur.
Dalam mendukung manajemen lalu lintas selama periode mudik dan arus balik, Kementerian PU terus berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan, Korlantas Polri, BMKG, Badan Usaha Jalan Tol, serta kementerian dan lembaga terkait lainnya guna memastikan pengaturan lalu lintas dan kesiapan infrastruktur berjalan optimal.
"Dengan kesiapan infrastruktur yang semakin baik serta sinergi seluruh pihak, kami berharap perjalanan mudik masyarakat tahun ini dapat berlangsung lebih aman, lancar, dan nyaman," tutup Dody.
Tonton juga video "H-8 Lebaran, 16.010 Pemudik Berangkat dari Stasiun Pasar Senen"
(akd/akd)










































