PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus berupaya agar antrean panjang kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk tetap bergerak. Kini kemacetan yang terjadi mulai berangsur-angsur lancar, dari awalnya antrean hingga 30 kilometer (km) lebih, kini menjadi 20 km.
ASDP menilai kepadatan di pelabuhan dipicu oleh meningkatnya mobilitas masyarakat yang berupaya menyeberang lebih awal sebelum penutupan sementara lintasan Gilimanuk-Ketapang serta Padangbai-Lembar dalam rangka Hari Raya Nyepi pada 18-20 Maret 2026.
Selain tingginya volume kendaraan menuju pelabuhan, kondisi antrean juga turut dipengaruhi oleh dinamika lalu lintas di sepanjang jalur menuju kawasan Gilimanuk, termasuk aktivitas masyarakat di sejumlah titik layanan umum seperti area pengisian bahan bakar maupun fasilitas pendukung perjalanan lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Yossianis Marciano menegaskan pihaknya mengerahkan seluruh kapasitas operasional guna mengurai kepadatan dan menjaga kelancaran layanan penyeberangan.
"ASDP melakukan berbagai upaya maksimal dengan mengoptimalkan kapal, dermaga, serta pengaturan operasional agar arus kendaraan tetap bergerak. Kami memahami banyak pengguna jasa yang mengejar waktu perjalanan sebelum penutupan pelabuhan saat Hari Raya Nyepi, sehingga seluruh sumber daya kami kerahkan untuk mempercepat layanan penyeberangan," ujar Yossi dalam keterangan tertulis, Selasa (17/3/2026).
General Manager ASDP Cabang Ketapang Arief Eko mengatakan, bersama mitra di lapangan, berbagai rekayasa lalu lintas turut diberlakukan untuk membantu memperlancar arus kendaraan menuju pelabuhan.
"Kendaraan kecil juga diarahkan menuju area Buffer Zone Kargo yang saat ini terpantau terisi guna mengurangi kepadatan di jalur utama menuju pelabuhan," ujar Arif.
Dari sisi operasional, lintasan Ketapang-Gilimanuk saat ini dijalankan dengan pola operasi sangat padat dengan mengerahkan 34 unit kapal untuk meningkatkan kapasitas layanan. ASDP juga menerapkan skema Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB) di sejumlah dermaga yakni MB2, MB4, LCM, dan Bulusan.
"Sebanyak 24 kapal dikerahkan untuk melayani skema TBB, di mana kapal yang tiba di Pelabuhan Ketapang langsung melakukan proses bongkar muatan dan segera kembali berlayar tanpa melakukan pemuatan kendaraan baru, sehingga perputaran kapal menjadi lebih cepat," ujar Arif.
Lonjakan mobilitas masyarakat terlihat dari data pergerakan penumpang dan kendaraan. Pada periode 16 Maret 2026 pukul 00.00 hingga 23.59 WIB (H-5), tercatat sebanyak 76.495 penumpang menyeberang dari Bali ke Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk. Angka ini meningkat 2,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 74.321 orang.
Untuk kendaraan, tercatat sebanyak 14.398 unit sepeda motor, 6.350 unit kendaraan roda empat, 1.339 unit truk, serta 938 unit bus menyeberang pada periode tersebut. Secara total, jumlah kendaraan yang menyeberang pada H-5 mencapai 23.025 unit.
Sementara itu, secara kumulatif sejak H-10 hingga H-5, jumlah penumpang yang telah menyeberang dari Bali ke Jawa mencapai 309.135 orang, meningkat 0,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 306.839 orang.
Adapun total kendaraan yang telah menyeberang pada periode yang sama tercatat sebanyak 97.787 unit, atau naik 2,8 persen dibandingkan realisasi tahun lalu sebanyak 95.080 unit.
(hal/ara)










































