Antrean Ferry Gilimanuk Memakan Korban, Kemenhub Bilang Begini

Antrean Ferry Gilimanuk Memakan Korban, Kemenhub Bilang Begini

Retno Ayuningrum - detikFinance
Kamis, 19 Mar 2026 17:30 WIB
Antrean kendaraan yang hendak masuk kapal di Pelabuhan Gilimanuk, Selasa (17/3/2026).
Foto: I Putu Adi Budiastrawan/detikBali
Jakarta -

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) angkat bicara terkait seorang pemudik inisial RP asal Kebumen, Jawa Tengah meninggal dunia dalam bus yang terjebak antrean naik kapal ferry di Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali. Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Umum Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Heri Junaedi Bakhri menyampaikan duka cita yang mendalam atas kejadian tersebut.

"Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya seorang pemudik berinisial RP, seorang ibu rumah tangga, yang tengah melakukan perjalanan mudik dari Bali menuju Jawa Tengah," ujarnya dalam keterangan, Kamis (19/3/2026).

Heri menerangkan sebagai bentuk penghormatan dan kepedulian negara, Kemenhub berkolaborasi dengan stakeholder, seperti Polri, PT ASDP Indonesia Ferry dan PT Pelindo memastikan pemulangan jenazah dilakukan dengan layak sampai di rumah duka yang berlokasi di Kebumen. Pada pukul 14.00 WITA, jenazah telah dipulangkan melalui KMP. Dharma Kencana 9 dengan rute Gilimanuk-Ketapang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, Kepala Distrik Navigasi Cilacap telah ditugaskan untuk menyambut kedatangan jenazah di rumah duka di Kebumen sebagai representasi kehadiran Kementerian Perhubungan bagi keluarga Almarhumah Ibu RP. Ia memastikan pihaknya terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk PT ASDP Indonesia Ferry, PT Pelindo, dan aparat keamanan, untuk memastikan kelancaran dan keselamatan arus mudik di Selat Bali.

"Kami akan menyampaikan informasi lebih lanjut seiring perkembangan situasi di lapangan," tambah Heri.

ADVERTISEMENT

Ia mengimbau kepada seluruh pemudik untuk senantiasa memperhatikan kondisi kesehatan sebelum dan selama perjalanan, beristirahat yang cukup, serta segera melapor kepada petugas di lapangan apabila merasa kondisi badan tidak sehat. Heri menekankan keselamatan jiwa merupakan prioritas yang utama.

Dikutip dari detikBali, seorang pemudik meninggal dunia di dalam bus saat terjebak antrean panjang di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Rabu (18/3/2026) pagi. Korban berinisial RP (39), seorang ibu rumah tangga (IRT) asal Kebumen, Jawa Tengah.

Informasi yang didapatkan detikBali, peristiwa ini bermula saat RP menumpang bus Tami Jaya bernomor polisi AB 7991 AS jurusan Denpasar-Jawa Tengah. RP melakukan perjalanan seorang diri tanpa didampingi keluarga dari Denpasar pada Selasa (17/3/2026) sekitar pukul 17.00 Wita.

Kemudian pada Rabu (18/3/2026) sekitar pukul 06.45 Wita, RP dilaporkan pingsan di dalam bus saat berada di kawasan simpang manuver, tepatnya di pintu masuk Pelabuhan Gilimanuk. Kondektur bus segera meminta bantuan kepada petugas kesehatan di lokasi.

Korban sempat mendapatkan tindakan medis darurat berupa resusitasi jantung paru (RJP) di Kantor Kesehatan Karantina. Sayang, setelah dilarikan ke Puskesmas II Melaya, nyawa perempuan asal Kelurahan Kembangsari, Kecamatan Alian, Kebumen, itu tidak tertolong.

Dokter jaga UGD Puskesmas II Melaya, menyatakan RP sudah dalam keadaan meninggal dunia saat tiba di fasilitas kesehatan. Berdasarkan pemeriksaan luar, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh RP.

(rea/fdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads