Arus Mudik Tembus 270 Ribu Kendaraan, Tertinggi Sepanjang Sejarah!

Arus Mudik Tembus 270 Ribu Kendaraan, Tertinggi Sepanjang Sejarah!

Heri Purnomo - detikFinance
Jumat, 20 Mar 2026 17:17 WIB
Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk (JSMR), Rivan A. Purwantono memastikan strategi dan kesiapan PT Jasa Marga dalam memastikan optimalisasi jalan tol.
Foto: Andhika Prasetia/detikFoto
Jakarta -

PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat rekor arus mudik tertinggi sepanjang sejarah terjadi pada Rabu (18/3/2026) dengan volume mencapai 270.315 kendaraan. Angka ini naik 98,3% terhadap normal dan naik 4,6% terhadap puncak mudik Lebaran 2025.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menjelaskan, angka tersebut merupakan kumulatif arus lalu lintas (lalin) dari empat Gerbang Tol (GT) Barrier/Utama, yaitu GT Cikupa (arah Barat), GT Ciawi (arah Selatan), dan GT Cikampek dan GT Kalihurip Utama (arah Timur).

"Tidak hanya yang keluar melalui empat gerbang tol utama. Kami juga mencatat rekor tertinggi dalam melayani arus lalu lintas yang menuju Jalan Tol Trans Jawa selama ini, yang mencapai 175.754 kendaraan. Meningkat 6% dibandingkan dengan puncak mudik tahun lalu," ujar Rivan dalam keterangan tertulis, Jumat (20/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Rivan, meski jumlah kendaraan yang melintas di ruas jalan tol Jasa Marga Group mencapai rekor tertinggi, kondisi lalu lintas dapat dikendalikan dengan baik karena rekayasa lalu lintas yang diterapkan berjalan efektif dalam mengurai kepadatan.

"Kepadatan lalu lintas terpantau terjadi di Jalan Layang MBZ serta Jalan Tol Jakarta-Cikampek bawah. Untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan, Jasa Marga bersama Kepolisian telah memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa contraflow dari satu lajur menjadi tiga lajur, hingga penerapan one way nasional pada KM 70-KM 414. Volume kendaraan yang melintas di kedua ruas tersebut tercatat sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah pengoperasiannya," tambahnya.

ADVERTISEMENT

Rivan juga menjelaskan, sesuai dengan skenario rekayasa lalu lintas yang telah dipersiapkan, kepadatan ditargetkan dapat terurai secara maksimal dalam waktu 1x12 jam. Pada Kamis pukul 11.00 WIB, kondisi lalu lintas dilaporkan telah kembali lancar dengan kecepatan rata-rata kendaraan yang kembali normal.

"Jasa Marga akan terus mengoptimalkan penggunaan teknologi sebagai _"decision support system"_ yang mendukung keputusan rekayasa lalu lintas yang diputuskan oleh pihak Kepolisian sesuai kondisi terkini di lapangan. Koordinasi lintas sektoral yang sangat intensif dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan secara komprehensif juga akan kami terus tingkatka ke depannya," kata Rivan.

Selain itu, Jasa Marga juga mengimbau kepada pengemudi dengan kendaraan sumbu tiga atau lebih diharapkan dapat mematuhi ketentuan Surat Keputusan Bersama (SKB) Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Kakorlantas Polri dan Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Tanggal 5 Februari 2026 Tentang Pengaturan Lalu Lintas Jalan Serta Penyeberangan Selama Masa Arus Mudik dan Arus Balik Angkutan Lebaran Tahun 2026/1447H terkait pembatasan operasional kendaraan barang, termasuk tidak melintas pada waktu yang telah ditetapkan.

Menjelang periode arus balik, Jasa Marga mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih baik lagi dengan menghindari puncak arus balik yang diperkirakan terjadi pada 24 Maret 2026 (H+3 Lebaran).

Manfaatkan diskon tarif tol yang akan diberlakukan pada periode arus balik pada tanggal 26 Maret 2026 pukul 00.00 WIB s.d 27 Maret 2026 pukul 00.00 WIB. Masyarakat juga dapat mencari informasi lalu lintas terkini melalui Aplikasi Travoy, Call Center 133, akun X @PTJASAMARGA, Radio Travoy FM di Sonora 92.0 FM Jakarta dan jaringannya serta di media sosial resmi Jasa Marga Group.

"Sebagaimana pada arus mudik, Jasa Marga kembali mengimbau masyarakat untuk mengatur waktu keberangkatan arus balik untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas agar pengalaman perjalanan selama mudik dan balik Lebaran 2026 menjadi lebih aman dan nyaman," tutup Rivan.

(kil/kil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads