Bandara Internasional Palm Beach di Florida, Amerika Serikat (AS) akan segera berganti nama menjadi Bandara Internasional Presiden Donald J. Trump. Rancangan Undang-Undang (RUU) terkait pergantian nama tersebut telah ditandatangani.
Gubernur Florida Ron DeSantis pada Senin (30/3) menandatangani RUU tersebut yang sebelumnya disahkan oleh legislatif. Dengan demikian Bandara Internasional Palm Beach resmi berganti nama menjadi Bandara Internasional Presiden Donald J. Trump mulai 1 Juli 2026.
"Perubahan nama yang dijadwalkan berlaku mulai 1 Juli masih harus disetujui oleh Administrasi Penerbangan Federal (FAA)," menurut RUU tersebut dikutip dari CNBC, Selasa (31/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun pergantian nama bandara adalah masalah lokal, FAA mengatakan pihaknya harus menyelesaikan beberapa urusan administratif termasuk memperbarui peta navigasi dan basis data.
Diketahui, Trump sering terbang ke dan dari Bandara Internasional Palm Beach dengan Air Force One pada akhir pekan untuk ke resor Mar-a-Lago miliknya yang berjarak sekitar 5 mil. Sebuah entitas yang dikelola oleh Trump Organization mengajukan permohonan merek dagang pada bulan lalu untuk pergantian nama menjadi 'President Donald J. Trump International Airport'.
Disetujuinya pergantian nama bandara tersebut disambut baik oleh salah satu putra presiden, Eric Trump selaku wakil presiden eksekutif Trump Organization.
"Bangga telah memainkan peran kecil dalam mewujudkan hal ini. Terima kasih banyak kepada @megforflorida, @GovRonDeSantis, @JamesUtheimerFL dan mayoritas besar di Dewan Perwakilan Florida," katanya di X.
Baca juga: Trump Blak-blakan Mau Rampas Minyak Iran |
Di sisi lain, Pemimpin Demokrat Dewan Perwakilan Florida, Fentrice Driskell mengecam penandatanganan RUU tersebut. Kebijakan itu dinilai akan merugikan pembayar pajak karena menelan biaya US$ 5 juta.
"Biaya hidup terus meningkat bagi keluarga pekerja dan para lansia di Florida, itu lah sebabnya Partai Demokrat menghabiskan sesi legislatif ini untuk memperjuangkan agenda keterjangkauan guna menurunkan biaya dan mengembalikan lebih banyak uang ke kantong masyarakat. Alih-alih bekerja sama dengan kami, para pemimpin Partai Republik memutuskan untuk memprioritaskan pemborosan US$ 5 juta uang pajak untuk mengganti nama bandara dengan nama Presiden," kata Driskell.
Ini bukan pertama kalinya Trump dan sekutunya berupaya mengganti nama bandara dengan namanya. NBC News melaporkan pada bulan lalu bahwa pemerintahan Trump meminta Pemimpin Minoritas Senat Chuck Schumer, D-New York untuk menamai Bandara Internasional Dulles di Virginia dan Stasiun Penn di New York dengan nama Trump sebagai imbalan atas pelepasan dana federal untuk membangun terowongan antara New York dan New Jersey.
Trump telah berupaya untuk mengaitkan namanya dengan sejumlah layanan dan bangunan publik. Namanya tertera di Kennedy Center di Washington dan Institut Perdamaian AS, serta program obat-obatan diskon, rekening tabungan dan kelas kapal perang baru.
Minggu lalu, Departemen Keuangan mengumumkan bahwa tanda tangan Trump akan tertera pada uang kertas. Bulan ini, sebuah komisi federal yang terdiri dari orang-orang Trump menyetujui desain yang akan menyertakan gambarnya pada koin emas peringatan 24 karat untuk menghormati ulang tahun ke-250 negara tersebut.
Simak juga Video 'Trump: Iran Sedang Negosiasi Perang tapi Takut Mengatakannya':
(aid/fdl)










































