Kondisi Infrastruktur Sulut Usai Diguncang Gempa

Kondisi Infrastruktur Sulut Usai Diguncang Gempa

Ilyas Fadilah - detikFinance
Jumat, 03 Apr 2026 07:55 WIB
Wilayah terdampak tsunami akibat gempa M 7.6 di Bitung, Sulawesi Utara.
Ilustrasi gempa di Sulawesi Utara.Foto: Laman resmi BMKG
Jakarta -

Kondisi infrastruktur di Sulawesi Utara (Sulut) masih dalam kondisi aman usai dilanda gempa berkekuatan magnitudo 7,6. Hal ini diungkap langsung oleh Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo.

Dody menyebut kondisi jalan raya di Minahasa Utara dan Bitung berada dalam kondisi aman, serta tidak ada jembatan yang terputus. Namun, gedung-gedung Kementerian PU di wilayah Maluku Utara yang turut terdampak gempa dilaporkan mengalai kerusakan.

"Untuk Minahasa Utara dan Bitung, sementara ini jalan-jalan dan jembatan masih aman. Terus, memang di kantor kami di Maluku Utara semua kaca pecah. Jadi, hari ini teman-teman di Balai Jalan Nasional Maluku Utara sedang work from home sambil mengikuti arahan dari BMKG dan BPPD," ujar Dody di Kementerian PU Jakarta Selatan, Kamis (2/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, dampak gempa dirasakan di sejumlah wilayah lain. Di Gorontalo, beberapa ruas jalan dilaporkan mengalami kerusakan dan longsor. Pemerintah tengah berkoordinasi dengan BMKG, BPBD, dan Basarnas untuk mempercepat penanganan di lapangan.

"Untuk yang di Gorontalo, sementara waktu memang ada beberapa ruas jalan yang terkena masalah dan ada beberapa longsor. Kita sedang koordinasi dengan BPPD dan BMKG dan Basarnas untuk kemudian bisa secara secepatnya menyelesaikan longsoran-longsoran itu," jelas Dody..

ADVERTISEMENT

Jika ditemukan kerusakan lebih lanjut seperti jembatan putus, Kementerian PU segera mengambil langkah darurat dengan membangun jembatan sementara agar arus logistik dan pergerakan masyarakat tidak terganggu.

Penanganan darurat menjadi prioritas utama, sementara pembangunan infrastruktur permanen akan dilakukan setelah kondisi dinilai aman.

"Supaya arus logistik, tidak terganggu, dan kalau memang diperlukan nanti berikutnya kita akan bikin yang lebih permanen. Tapi sementara waktu, kita kejar dulu supaya arus pergerakan manusia atau logistik tidak terganggu," terang Dody.

Sebagai informasi, gempa M 7,6 terjadi pada pukul 05.48 WIB pada koordinat 1,25 derajat lintang utara (LU) dan 126,27 derajat bujur timur (BT), atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 129 km arah tenggara Bitung pada kedalaman 33 km. Gempa bumi ini berdampak sedikitnya di tiga provinsi, mulai Maluku Utara (Malut), Sulawesi Utara (Sulut), dan Gorontalo.

(ily/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads