Proyek Giant Sea Wall Dikebut, 60% Kawasan Industri di Utara Jawa Bisa Selamat

Proyek Giant Sea Wall Dikebut, 60% Kawasan Industri di Utara Jawa Bisa Selamat

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 20 Apr 2026 18:30 WIB
Proyek pembangunan tanggul laut telah dilakukan di pesisir Jakarta. Proyek ini digadang-gadang sebagai cikal bakal Tanggul Laut Raksasa atau Giant Sea Wall.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Perencanaan proyek Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa di Pantai Utara Jawa terus dikebut. Pemerintah berencana agar proyek ini bisa mulai berjalan dalam waktu dekat.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengungkapkan proyek strategis ini dapat menyelamatkan 60% kawasan industri di utara Jawa dari ancaman kenaikan air laut.

Hari ini, Presiden Prabowo Subianto membahas kelanjutan perencanaan proyek tersebut di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat. Brian menjadi salah satu menteri yang ikut dalam rapat terbatas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Giant Sea Wall ini kan strategis menyelamatkan 60% kawasan industri dan juga lebih dari 30 juta penduduk ya. Kalau program ini berjalan, maka akan bisa menyelamatkan tadi dua hal itu setidaknya," ujar Brian usai pertemuan, Senin (20/4/2026).

ADVERTISEMENT

Dia menyatakan proyek ini akan melibatkan hasil penelitian di kampus-kampus yang ada di Indonesia. Seperti misalnya hasil penelitian yang sudah digunakan pada pembangunan tanggul laut di proyek Tol Demak-Semarang.

Minggu depan, Brian mengatakan pihaknya akan langsung mengundang beberapa guru besar yang memiliki keahlian untuk membuat tanggul laut ikut memaparkan pemikirannya.

"Iya jadi langsung nanti minggu depan kami akan mengundang beberapa guru besar yang memang sudah memiliki keahlian dan terlibat pada beberapa kasus untuk beberapa projek, ya. Untuk pembuatan daratan, reklamasi dan sejenisnya itu kita akan ajak untuk bertemu dengan Kepala Badan Otorita Tanggul Laut di Indonesia," beber Brian.

Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (Pantura) Didit Herdiawan Ashaf yang juga ikut rapat mengaku dirinya hanya melaporkan progres terkini perencanaan pembangunan tanggul laut, belum ada keputusan terharu yang diambil dalam rapat siang ini.

"Masih dalam tahap perencanaan dan kita akan mendalami lagi untuk kegiatan-kegiatan yang ada kaitannya dengan konstruksi," ungkap Didit usai pertemuan yang sama.

Ketika ditanya kapan pembangunan proyek ini mau dilakukan, dia hanya menyatakan pembangunan bisa dipercepat. Hanya saja belum ada target yang rinci untuk pembangunan tersebut.

"Target pembangunan ya dalam waktu yang belum ditentukan, tetapi paling tidak bisa dipercepat," sebut Didit.

"Rencana dari hasil hitungan masih dihitung waktunya, karena kan berkaitan sama resources yang ada di Indonesia kita manfaatkan semua. Jadi, salah satu yang utama kita bisa memanfaatkan soal lingkungan jadi kita absorb hal-hal yang ada kaitannya dengan waste," lanjutnya menjelaskan.

(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads