Stasiun Mampang Terbengkalai, Kini Tinggal Rangka dan Penuh Sampah

Stasiun Mampang Terbengkalai, Kini Tinggal Rangka dan Penuh Sampah

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Selasa, 21 Apr 2026 06:25 WIB
Keberadaan Stasiun Mampang kini menjadi potret jejak sejarah transportasi yang perlahan terlupakan di tengah pesatnya perkembangan ibu kota. Berlokasi di kawasan Menteng, bangunan stasiun ini tampak terbengkalai dan tak lagi beroperasi, menyisakan ce
Stasiun Mampang/Foto: Gilang Faturahman/detikFoto
Jakarta -

Keberadaan Stasiun Mampang menjadi jejak sejarah perkeretaapian di pusat Kota Jakarta. Stasiun yang dulu melayani lintas Tanah Abang-Manggarai itu dibiarkan terbengkalai begitu saja.

Berdasarkan pantauan detikcom, Senin (20/4/2026), stasiun ini berlokasi di antara Stasiun Manggarai dan Stasiun Sudirman. Terlihat pintu masuk stasiun hanya berada di sisi utara, tepat di Jalan Latuharhary, Menteng, Jakarta Pusat, karena di sisi lain stasiun terdapat Kali Ciliwung.

Pada sisi utara Stasiun Mampang terdapat beberapa anak tangga yang bisa digunakan untuk keluar masuk stasiun. Karena area ini tidak dilengkapi pembatas seperti pagar, masyarakat dapat dengan mudah masuk ke dalam kawasan stasiun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Stasiun MampangStasiun Mampang Foto: Ignacio Geordy Oswaldo

Sayang, kawasan stasiun ini tampak sudah tak terawat. Kondisi ini ditunjukkan dari tumpukan berbagai jenis sampah yang berada baik di bagian luar maupun dalam area stasiun.

Bangunan kecil yang dulu digunakan sebagai loket tiket juga tampak memprihatinkan. Bangunan beton tersebut sudah tidak memiliki atap maupun jendela, dengan dinding yang kusam dan penuh coretan.

ADVERTISEMENT

Sementara di sisi lain stasiun, hanya tersisa tiang menyerupai kerangka halte dengan tulisan "Mampang". Namun, tidak tersedia jalur khusus bagi orang untuk menyeberang dengan aman.

Meski kondisi bangunan Stasiun Mampang sudah tidak terawat dan terbengkalai, jalur rel kereta di depannya masih aktif dilintasi KRL setiap hari. Tak jarang, rangkaian KRL yang hendak melintas terhenti sejenak di depan stasiun ini untuk menunggu sinyal masuk ke stasiun berikutnya.

Stasiun MampangStasiun Mampang Foto: Ignacio Geordy Oswaldo

Dalam kondisi inilah terlihat bahwa bangunan stasiun yang sudah berdiri sejak zaman penjajahan Belanda itu tidak bisa lagi digunakan untuk aktivitas naik turun penumpang.

Sebab, peron yang ada tidak cukup tinggi untuk menggapai pintu KRL saat ini, hanya setinggi roda-roda besi kereta yang melintas. Selain itu, panjang peron Stasiun Mampang juga terlihat hanya cukup untuk menampung sekitar empat gerbong KRL yang berhenti.

Masih belum cukup, peron-peron yang ada juga sudah sangat tidak layak karena hanya terdiri dari tanah dan kerikil. Ditambah pecahan puing, kaca, dan ranting-ranting pohon yang membuat permukaan peron semakin tidak rata, sehingga sangat tidak layak digunakan untuk naik turun penumpang.

Stasiun MampangStasiun Mampang Foto: Ignacio Geordy Oswaldo

(igo/fdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads