Pengembangan pelabuhan dryport berbasis rel di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang dimulai. Hal ini dilakukan setelah PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KEK Industropolis Batang) melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pengembangan dryport.
Perusahaan yang merupakan bagian dari Holding BUMN Danareksa itu melakukan penandatanganan kerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Pelabuhan Indonesia (Persero), PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (Perseroda), serta Perumda Aneka Usaha Kabupaten Batang.
Di tengah meningkatnya kebutuhan efisiensi rantai pasok dan konektivitas kawasan industri, fasilitas ini dirancang sebagai tulang punggung logistik yang mengintegrasikan kawasan industri dengan jaringan pelabuhan laut dan distribusi darat secara lebih efektif dan berkelanjutan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Ali Murtopo Simbolon, menegaskan pengembangan dryport ini sejalan dengan agenda pemerintah dalam memperkuat sistem logistik nasional.
"Penguatan konektivitas berbasis rel dan integrasi dengan pelabuhan menjadi kunci untuk menurunkan biaya logistik nasional. Inisiatif seperti di Industropolis Batang ini adalah contoh konkret bagaimana kolaborasi dapat menghadirkan solusi nyata bagi efisiensi dan daya saing ekonomi Indonesia," ujar Ali dalam keterangan resmi, Rabu (22/4/2026).
Dryport Industropolis Batang akan berfungsi sebagai gerbang ekspor-impor bagi tenant sekaligus pusat konsolidasi logistik regional yang mampu memangkas biaya distribusi dan waktu tempuh secara signifikan. Dengan konektivitas langsung ke moda kereta api dan ekosistem pelabuhan, fasilitas ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada transportasi berbasis jalan, sekaligus mendorong sistem logistik nasional yang lebih efisien dan kompetitif.
Fasilitas ini dikembangkan di atas lahan sekitar 30 hektare, dryport ini dirancang memiliki kapasitas awal hingga 600.000-650.000 TEUs per tahun dan berpotensi meningkat hingga 1.000.000 TEUs seiring pertumbuhan kawasan dan permintaan pasar.
Kehadiran fasilitas ini akan menjadi salah satu simpul logistik darat paling strategis di Indonesia, memperkuat konektivitas antara kawasan industri di Jawa Tengah dengan pelabuhan utama nasional maupun jaringan perdagangan global.
Groundbreaking Juni 2026
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin menyampaikan konektivitas berbasis rel akan menjadi game changer dalam sistem distribusi logistik.
"KAI siap mendukung penuh pengembangan dryport ini melalui penyediaan jaringan dan layanan angkutan barang berbasis rel yang andal, efisien, dan berkelanjutan. Integrasi antara kawasan industri dan jaringan kereta api akan memberikan nilai tambah signifikan bagi para pelaku industri," ungkap Bobby.
Dia juga menambahkan bahwa proses groundbreaking pengembangan dryport ditargetkan dapat dimulai pada Juni 2026 sebagai bagian dari percepatan implementasi proyek ini.
Sementara itu, Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Achmad Muchtasyar, menilai bahwa kehadiran dryport akan memperkuat ekosistem pelabuhan nasional.
"Dryport Industropolis Batang akan menjadi perpanjangan dari layanan pelabuhan yang memungkinkan proses logistik dilakukan lebih dekat dengan kawasan industri. Ini akan meningkatkan efisiensi, mempercepat arus barang, dan memperkuat konektivitas dengan jaringan pelabuhan global," ujar Achmad.
(acd/acd)










































