Rosan Sebut Sudah Ada Solusi buat Utang Kereta Cepat, Tinggal Bicara ke China

Rosan Sebut Sudah Ada Solusi buat Utang Kereta Cepat, Tinggal Bicara ke China

Retno Ayuningrum - detikFinance
Kamis, 23 Apr 2026 14:11 WIB
CEO Danantara Rosan Roeslani
Foto: Ilyas Fadilah
Jakarta -

Proses restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh sudah rampung. CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Rosan Roeslani memastikan pemerintah telah menemukan solusi untuk penyelesaian restrukturisasi ini.

Rosan mengatakan penyelesaian utang kereta cepat ini telah dibahas bersama dengan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infrawil) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo.

"Ya itu kan waktu itu sudah untuk Whoosh sudah meeting, oleh Pak Menko Infra, Pak Men-PU dan juga kami. Solusinya sudah ada," ujar Rosan saat ditemui di kantornya, Jakarta Selatan, Kamis (23/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rosan menjelaskan solusi tersebut akan ditindaklanjuti lebih lanjut dengan pihak China. Rosan optimistis persoalan utang kereta cepat Jakarta-Bandung bisa rampung.

ADVERTISEMENT

"Itu kan akan ditindaklanjuti oleh tim untuk bicara dengan pihak China-nya. Tapi solusinya sudah ada dan kemarin kita juga sudah sounding. Insyaallah sih ini bisa selesai lah," tambah Rosan.

Rosan enggan membeberkan lebih detail terkait skema yang dipilih dalam penyelesaian restrukturisasi utang ini. Menurutnya, penjelasan detail akan diumumkan oleh Menko Infrawil AHY. Termasuk saat ditanya sumber anggaran untuk penyelesaian restrukturisasi utang kereta cepat Jakarta-Bandung.

"Skemanya ini sedang di fine tuning-nya, tetapi memang nanti disampaikan langsung oleh Pak Menko Infra, lebih enaknya," tambah Rosan.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan proses restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh sudah rampung. Pemerintah tinggal menunggu waktu untuk mengumumkan hasilnya secara resmi.

"Sudah, sudah kelar tinggal diumumkan," ujar Purbaya usai acara Simposium PT SMI 2026 di Ayana Midplaza, Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Purbaya mengatakan keputusan tersebut juga sudah disampaikan kepada pemerintah China sebagai mitra proyek. Langkah itu ditempuh untuk menjaga kepercayaan dan kredibilitas Indonesia di mata internasional.

Tonton juga video "Bocoran soal Operator Kereta Cepat Whoosh Bakal Diambil Kemenkeu"

(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads