Profil Green SM, Taksi Listrik Asal Vietnam yang Diduga Sebabkan Tabrakan KA

Profil Green SM, Taksi Listrik Asal Vietnam yang Diduga Sebabkan Tabrakan KA

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Selasa, 28 Apr 2026 11:52 WIB
Taksi online asal Vietnam itu mulai mengaspal di Jakarta bulan ini. SUV listrik VinFast VF e34 digunakan sebagai armada taksi tersebut.
Taksi Green SM / Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Kecelakaan tragis melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam. Insiden ini langsung menjadi perhatian serius, mengingat banyaknya jumlah korban yang meninggal dan mengalami luka-luka.

Di balik kecelakaan itu, operator taksi listrik asal Vietnam, Green SM, ikut jadi sorotan. Sebab sebelum insiden terjadi, satu unit taksi Green SM diduga mogok atau berhenti di perlintasan sebidang dekat stasiun yang kemudian rangkaian KRL harus berhenti sebelum akhirnya ditabrak dari belakang oleh kereta jarak jauh.

Berdasarkan situs resmi perusahaan, Green SM Indonesia merupakan bagian dari Green and Smart Mobility (GSM), perusahaan mobilitas berbasis kendaraan listrik asal Vietnam yang didirikan oleh miliarder Phẑm Nhật Vượng, sekaligus Chairman Vingroup.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perusahaan yang ini resmi berdiri sejak 6 Maret 2026 awalnya fokus pada penyewaan kendaraan ramah lingkungan dan cerdas. Dalam hal ini, GSM beroperasi dalam dua layanan utama: pemesanan mobil listrik dan penyewaan mobil serta sepeda motor listrik, dengan investasi mencapai 20.000 mobil dan 60.000 sepeda motor.

"Kami menyediakan layanan perjalanan dengan kendaraan listrik, sekaligus menyewakan kendaraan kepada perusahaan transportasi untuk memenuhi kebutuhan akan opsi transportasi yang ramah lingkungan," tulis perusahaan dalam situs resminya.

ADVERTISEMENT

Sekarang perusahaan mulai membuka di market internasional dan membawa pengalaman berkendara yang berbeda dengan layanan taksi standar Xanh SM. Jakarta menjadi salah satu tempat ekspansi taksi ramah lingkungan tersebut.

"Layanan Green SM seluruhnya beroperasi menggunakan mobil listrik VinFast. Ini adalah generasi taksi tanpa aroma bensin, kebisingan mesin, baik untuk kesehatan pelanggan dan ramah lingkungan," jelas perusahaan taksi listrik itu lagi.

Di Indonesia, Green SM mulai berekspansi sejak 2 Desember 2024 dengan fokus awal di wilayah Jabodetabek. Taksinya memiliki ciri khas yang unik, yaitu kendaraan yang berwarna biru kehijauan alias cyan.

Sebagai informasi, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi buka suara soal insiden tabrakan antara KRL Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek. Insiden tersebut diduga berawal dari mogoknya taksi Green SM di perlintasan kereta.

Dudy sudah memerintahkan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan untuk menemui pihak Green SM. Menurut Dudy, pertemuan yang dijadwalkan berlangsung hari ini akan membahas soal evaluasi.

"Tadi saya sudah minta Dirjen Perhubungan Darat untuk bertemu dengan pengelola taksi hijau tersebut untuk melakukan evaluasi. Mudah-mudahan tadi kalo jadi hari ini mestinya," kata Dudy di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).

Sementara itu, Green SM sudah buka suara terkait insiden tersebut. Dalam pernyataan di akun Instagram resmi miliknya (@id.greensm), perusahaan taksi listrik itu menyatakan menaruh perhatian penuh pada insiden kereta api yang melibatkan satu kendaraan Green SM dan kereta yang melintas.

"Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang, serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung," tulis Green SM Indonesia.

Green SM Indonesia juga menyatakan akan berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan dan meningkatkan layanan secara berkelanjutan.

"Kami akan terus memberikan perkembangan terbaru seiring dengan tersedianya informasi yang telah terverifikasi," pungkas pernyataan itu.

Simak juga Video: Green SM Buka Suara soal Kecelakaan KRL-KA Argo Bromo di Bekasi

(igo/fdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads