Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN yang juga sekaligus COO Danantara Dony Oskaria mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto sangat perhatian terhadap transportasi massal, khususnya kereta.
Salah satu perhatian Prabowo adalah dengan kerap memanggil Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin untuk membahas pengembangan kereta di tanah air.
Termasuk penanganan masalah perlintasan sebidang kereta yang banyak tidak dijaga. Dony mengatakan pemerintah akan menganggarkan sebanyak Rp 4 triliun demi meningkatkan operasional kereta.
"Jadi tadi Bapak Presiden juga sudah menyampaikan akan dibudgetkan juga disediakan juga budget. Ini menunjukkan perhatian yang serius terhadap mass transportation ini dan juga perlu saya sampaikan Bapak Presiden sangat mencintai transportasi umum kereta api ini," ujar Dony saat ditemui di Jakarta, Selasa (28/4/2026).
"Karena itu anda bisa menyaksikan seringkali Dirut KAI dipanggil Bapak Presiden untuk berdiskusi Mengenai kita ingin menyediakan Transportasi massal yang baik dan accessible bagi seluruh rakyat Indonesia," sambungnya.
Pada tahun ini saja, kata Dony, akan ada grounbreaking elektrifikasi jalur kereta api pada 20 Mei 2026. Elektrifikasi jalur ini meliputi Jakarta-Cikampek, Jakarta-Sukabumi, dan Jakarta-Cilegon.
"Karena itu tahun ini sebetulnya tanggal 20 Mei Kita akan groundbreaking untuk elektrifikasi Jakarta-Cikampek, Jakarta-Sukabumi dan juga Jakarta-Cilegon Ini salah satu bentuk sebetulnya," terangnya.
Dony menambahkan elektrifikasi jalur kereta api ini akan berdampak pada peningkatan layanan transportasi serta memberikan efek ekonomi yang luas di jalur tersebut.
"Apa dampaknya dengan kita lakukan elektrifikasi? ini akan hidup kota-kota baru disepanjang (Jalur), mengurangi urbanisasi, mengurangi juga polusi, mengurangi juga inefficiency yang terjadi dalam moda transportasi kita," jelasnya.
Tonton juga video "Masinis KA Argo Bromo Selamat Usai Tabrakan 2 Kereta di Bekasi"
(hrp/hns)