Taksi Green SM Diaudit Habis-habisan, Menhub Buka Opsi Sanksi Berat

Taksi Green SM Diaudit Habis-habisan, Menhub Buka Opsi Sanksi Berat

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Rabu, 29 Apr 2026 13:14 WIB
Menhub Konferensi Pers Update Kecelakaan KA
Foto: Ignacio Geordi Oswaldo
Jakarta -

Buntut insiden maut antara KA jarak jauh Argo Bromo Anggrek dan kereta rel listrik (KRL) Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam, Kementerian Perhubungan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operator taksi online asal Vietnam, Green SM.

"Jadi audit investigasi yang kami lakukan meliputi seluruh aspek, baik itu aspek operasional, aspek teknis, kemudian juga sumber daya manusia, dan ini masih berlangsung," kata Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam konferensi pers di Stasiun Bekasi Timur, Rabu (29/4/2026).

Ia mengatakan evaluasi dilakukan untuk memastikan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum (SMK PAU), baik dari segi kendaraan hingga kelayakan pengemudi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami ingin memastikan betul bagaimana perusahaan tersebut dalam memberikan layanan kepada publik, apakah mematuhi kaidah-kaidah keselamatan khususnya, dan juga kaidah-kaidah operasional sebagai perusahaan taksi yang beroperasi untuk umum," ujar Dudy.

Lebih lanjut, ia menegaskan tak akan segan menindak operator taksi 'hijau' tersebut jika memang ditemukan pelanggaran serius. Meski demikian, Dudy belum merinci lebih jauh tindakan seperti apa yang akan dilakukan Kemenhub.

ADVERTISEMENT

"Kami tidak akan segan-segan melakukan penindakan apabila ditemukan pelanggaran-pelanggaran yang cukup serius," tegasnya.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pool taksi Xanh SM (Green SM) di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4) malam. Sidak ini dilakukan usai kecelakaan maut antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur.

Sidak ini bertujuan memastikan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum (SMK PAU) berjalan sesuai ketentuan karena berkaitan dengan keselamatan kendaraan. Sidak dilakukan di pool Green SM Bekasi karena merupakan lokasi asal operasional kendaraan yang diduga terlibat kecelakaan.

Inspeksi yang dilaksanakan berfokus pada pemeriksaan kelengkapan administrasi, kelaikan kendaraan, kesiapan operasional armada, serta elemen-elemen keselamatan lainnya.

"Dalam penyelenggaraan angkutan umum, ada beberapa elemen yang harus dilakukan sesuai dengan SMK PAU. Sidak kami lakukan untuk memastikan seluruh aspek keselamatan tersebut dijalankan, mulai dari pre-trip inspection hingga kompetensi dan kesehatan pengemudi," jelas Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan dalam keterangan tertulis, Rabu (29/4).

"Kami ingin memastikan sistem manajemen keselamatan di perusahaan angkutan umum, termasuk Green SM, telah dilaksanakan sesuai ketentuan. Dari hasil pemeriksaan awal, terdapat beberapa temuan yang akan kami dalami lebih lanjut," sambungnya.

Simak Video: Menhub Tak Segan Tindak Taksi Green SM Jika Temukan Pelanggaran!

(igo/fdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads