Pembangunan Sekolah Rakyat Dikebut, Pekerja Ditambah 700 Orang

Pembangunan Sekolah Rakyat Dikebut, Pekerja Ditambah 700 Orang

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Senin, 04 Mei 2026 08:55 WIB
PT Nindya Karya (Persero) mempercepat pembangunan proyek Sekolah Rakyat di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Takalar dan Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Percepatan dilakukan dengan menambah tenaga kerja sekitar 700 orang dan menerapkan sistem doub
Pembangunan Sekolah Rakyat di Takalar Dikebut/Foto: Dok. Nindya Karya
Jakarta -

PT Nindya Karya (Persero) mempercepat pembangunan proyek Sekolah Rakyat di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Takalar dan Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Percepatan dilakukan dengan menambah tenaga kerja sekitar 700 orang dan menerapkan sistem double shift.

Langkah percepatan ini untuk memastikan proyek Sekolah Rakyat dapat selesai tepat waktu sesuai target. Terlebih mengingat proyek ini merupakan bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto, yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan memperluas akses pendidikan di Indonesia melalui Pendidikan gratis.

Komisaris Utama Nindya Karya, Michael Umbas, mengatakan proyek Sekolah Rakyat ini harus dikerjakan secara serius karena dinilai memiliki dampak langsung kepada masyarakat. Ia juga menekankan setiap kendala di lapangan harus ditangani secara cepat dan terkoordinasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setiap kendala harus direspons terbuka, dikoordinasikan dengan seluruh stakeholder, dan diselesaikan dengan solusi yang tepat. Target penyelesaian harus tetap dijaga," kata Michael dalam keterangan tertulis, Senin (4/5/2026).

ADVERTISEMENT

Dalam pelaksanaannya, Michael juga sempat melakukan peninjauan lokasi pada proyek pembangunan di Kabupaten Takalar dan Kota Makassar pada Sabtu (2/5). Hal ini dilakukan untuk memastikan proyek berjalan sesuai target dengan tetap mengedepankan kualitas konstruksi, tata kelola yang baik, serta aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Ia menjelaskan secara lingkup pekerjaan, pembangunan Sekolah Rakyat di kedua wilayah itu mencakup Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi, Pekerjaan Persiapan Lahan, Pekerjaan Struktur, Pekerjaan Arsitektur, Pekerjaan Mekanikal Elektrikal dan Plumbing serta Pekerjaan Furniture.

Di Kabupaten Takalar, proyek ini dibangun di atas lahan kurang lebih 58.910 m2, sementara di Kota Makassar, pembangunan dilakukan di atas lahan seluas kurang lebih 71.239 m2.

"Di Takalar, proyek masih berada dalam tahap penyelesaian dengan waktu pengerjaan yang tersisa. Untuk memastikan target dapat tercapai, tim proyek telah melakukan berbagai langkah percepatan, di antaranya dengan menambah tenaga kerja hingga sekitar 700 orang serta menerapkan sistem kerja double shift," terangnya.

Dalam kesempatan ini, ia mengingatkan agar proyek dapat diselesaikan dengan tepat waktu tanpa pengajuan perpanjangan, dengan tetap menjaga kualitas pekerjaan dan keselamatan kerja. Selanjutnya, pada proyek Sekolah Rakyat di Kota Makassar, progres pembangunan tercatat lebih tinggi dari proyek di Takalar dan tentunya dengan sisa waktu pekerjaan yang ada akan lebih optimis untuk dapat menyelesaikannya tepat waktu.

Meski progres relatif lebih baik, Umbas tetap mendorong percepatan melalui penambahan tenaga kerja serta optimalisasi distribusi material dan penyelesaian isu teknis di lapangan.

"Kami melihat komitmen tim di lapangan cukup baik. Ini harus terus dijaga dan diperkuat agar target penyelesaian tercapai sesuai rencana," ujar Umbas.

(igo/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads