Badan Otorita Pantura Lapor Prabowo soal Giant Sea Wall, Ini Isinya

Badan Otorita Pantura Lapor Prabowo soal Giant Sea Wall, Ini Isinya

Andi Hidayat, Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 12 Mei 2026 21:09 WIB
Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ)
Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) melaporkan proyek Giant Sea Wall ke Presiden Prabowo Subianto.Foto: Herdi Arif Al Hikam/detikcom
Jakarta -

Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) mulai memetakan 15 segmen proyek pembangunan Giant Sea Wall (GSW) atau tanggul raksasa di Pantura.

Peta pembangunan tersebut telah dilaporkan Kepala BOPPJ Didit Herdiawan Ashaf kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, hari ini (12/5/2026).

Didit menjelaskan, 15 segmen pembangunan GSW ini mencakup wilayah Serwng hingga Gresik. Selanjutnya, hasil pemetaan ini akan kembali dilakukan penilaian sebelum pembangunan GSW dijalankan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi tadi sudah kami laporkan juga bahwa di Pulau Jawa ini, khususnya di Pantura, ada 15 segmen dan sedang didalami baik dari Serang sampai dengan Gresik untuk tematik daerah-daerahnya. Sehingga perlu ada penilaian ataupun asesmen lebih lanjut," ujar Didit kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Selanjutnya BOPPJ akan melakukan pendampingan kepada masyarakat di sekitar pembangunan GSW. Langkah ini dilakukan untuk memitigasi dampak pembangunan terhadap sosial ekonomi di wilayah sekitar.

ADVERTISEMENT

"Memang di daerah tersebut terdapat kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat, justru dengan masalah mitigasi dan sosek ini yang akan kita dampingkan nanti di dalam rangka pelaksanaan kegiatan pembangunan," ungkapnya.

Didit menambahkan, pihaknya telah memetakan sejumlah lokasi potensial untuk pembangunan. Namun, ia belum merinci daerah yang akan dikembangkan GSW karena proses pendalaman dan kajian masih berlangsung.

"Ini titik-titik masih belum kita putuskan lebih lanjut karena harus didalami. Pertama misalkan Teluk Jakarta, di daerah Jawa Tengah, Jawa Barat, dan lain sebagainya. Tapi untuk 15 segmen ada sub-segmennya dan seksi-seksinya di dalamnya ini perlu ada harus ada kolaborasi. Demikian dari saya," jelasnya.

(hns/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads