Proyek Sekolah Rakyat di Lombok Utara Capai 21%, Ditarget Rampung Juni

Karya Merah Putih

Proyek Sekolah Rakyat di Lombok Utara Capai 21%, Ditarget Rampung Juni

Ahmad Viqi - detikFinance
Senin, 18 Mei 2026 11:54 WIB
Pengawas Proyek Pembangunan Sekolah Rakyat dari Kementerian Pekerjaan Umum di Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, Arahman ditemui di Lombok Utara
Foto: Ahmad Viqi/detikBali
Mataram -

Progres pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat mencapai 21%. Proyek unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto itu menelan dana senilai Rp 241 miliar. Pembangunannya ditarget rampung bulan Juni 2026 mendatang.

Pengawas Proyek Pembangunan Sekolah Rakyat dari Kementerian Pekerjaan Umum di Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, Arahman mengatakan strategi untuk mempercepat pembangunan sekolah rakyat tersebut telah melakukan beberapa metode.

"Salah satunya penambahan mandor untuk memperbanyak jumlah tenaga kerja yang kita perbanyak agar semua masing-masing bangunan itu bisa sesuai target yang terschedule," ujar Arahman ditemui di lokasi pembangunan gedung sekolah rakyat, Kamis sore (14/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Progres pembangunan 28 gedung sekolah rakyat ini, tutur Arahman, baru mencapai 21 persen. Dia memastikan seluruh bangunan bisa rampung pada 20 Juni 2026 mendatang.

"Mudahan bisa selesai 20 Juni. Jadi untuk percepatan itu kita upayakan di masing-masing bangunan itu kita perbanyak tenaga kerjanya di situ," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Saat ini, Arahman berujar, jumlah tenaga kerja sekitar 837 orang. Untuk mempercepat proses pembangunan sekolah rakyat yang berdiri di lahan 6 hektare (ha) lebih tersebut membutuhkan tambahan 363 orang tenaga kerja.

"Karena kita butuh sekitar 1.200 orang pekerja, sementara baru 837 orang. Nah kita upayakan bertahap masuk untuk penambahan," ujarnya.

Sejauh ini, pengerjaan proyek sekolah rakyat ini diberlakukan 24 jam kerja. Seluruh pekerja diberlakukan sistem shift. Ada pun, beberapa gedung dalam proses pengecoran antara lain mulai gedung SD, SMP, SMA, Asrama SD, Putra Putri, Asrama SMP, Putra Putri, SMA Putra Putri, kantin, dan rusun guru.

"Jadi semuanya lengkap di sini, termasuk fasilitasnya kita bangun semua juga di sini. Ada juga lapangan mini soccer termasuk guesthouse," ujarnya.

Arahman mengatakan, kapasitas sekolah rakyat pertama di NTB ini akan menampung 1.080 orang siswa semua jenjang dari SD, SMP hingga SMA. Seluruh bangunan berdiri di atas lahan 2,8 ha dari luas area 6,7 hektar.

Pakai Sistem Anti Gempa

Arahman memastikan seluruh gedung yang dibangun menggunakan sistem bangunan tahan gempa. Musababnya, Lombok Utara merupakan daerah yang pernah diguncang gempa berkekuatan 7,0 magnitudo tahun 2018 silam.

"Untuk memang sudah kita pakai sistem tahan gempa yang kita kerjakan saat ini. Secara perhitungan sudah aman meskipun berjarak 100 meter dari tepi pantai " katanya.

Secara perencanaan, kata dia, pembangunan seluruh gedung sekolah rakyat pertama di NTB ini telah dihitung bisa tahan gempa berkekuatan 8 skala richter.

"Kami pastikan tahan gempa," katanya.

Arahman memastikan belum ada kendala yang berarti dalam proses pembangunan sekolah rakyat tersebut. Namun, untuk mendatangkan material yang dibutuhkan harus diurus jauh-jauh hari.

"Karena sekolah rakyat ini secara keseluruhan serentak pengerjaannya. Artinya dari sisi material-material yang sifatnya semua sekolah rakyat membutuhkan itu mungkin di situ saja sih kendala. Karena ada yang didatangkan dari Surabaya untuk material-material yang jenisnya sama dengan sekolah rakyat yang lainnya," tandasnya.

(anl/ega)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads