Rencana Besar 'Sulap' Kawasan Manggarai Setara SCBD

Rencana Besar 'Sulap' Kawasan Manggarai Setara SCBD

Heri Purnomo - detikFinance
Sabtu, 23 Mei 2026 08:55 WIB
PT Kereta Api Indonesia (KAI) berencana membangun hunian vertikal di kawasan dekat Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan. Proyek apartemen tersebut akan terdiri dari delapan tower dengan total sekitar 2.200 unit hunian yang ditargetkan rampung pada 2027
Ilustrasi.Foto: Rifkianto Nugroho/detikFoto
Jakarta -

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI berencana mengembangkan kawasan Manggarai menjadi pusat bisnis baru di Jakarta. Kawasan seluas 62 hektare itu dirancang menjadi central business district (CBD) yang konsepnya bakal menyerupai Sudirman Central Business District (SCBD).

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan kawasan tersebut nantinya tidak hanya berisi apartemen murah. Pengembangan kawasan Manggarai akan mengusung konsep Transit Oriented Development (TOD) yang terintegrasi dengan transportasi publik, kawasan komersial, pusat bisnis, fasilitas olahraga, hingga area hiburan.

"Kawasan Manggarai ini kita mempunyai 62 hektare yang akan kita desain itu akan menjadi CBD keduanya Jakarta, setara SCBD. Jadi, nanti ke depannya itu tidak hanya seperti Kalibata yang hanya ada vertikal building-nya saja, tapi ini nanti juga ada kawasan komersialnya, kemudian ada kawasan bisnisnya, ada tempat olahraga dan leisure juga," jelas Bobby di Menara BTN, Jakarta, Jumat (22/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Boby mengatakan konsep pembangunan ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Bahkan dalam arahannya, Prabowo minta untuk dibangun convention hall hingga hotel bintang lima.

"Jadi, bapak presiden itu berpesan kepada saya, tolong itu didesain menjadi CBD Jakarta yang kedua, yang di situ kalau perlu itu ada convention hall bintang lima, ya, hotel bintang lima, dan kawasan leisure yang bintang lima juga," ujarnya.

ADVERTISEMENT

KAI juga akan memulai pembangunan (groundbreaking) hunian layak dan murah di kawasan Stasiun Manggarai pada Juli 2026. Proyek ini digarap melalui anak usaha KAI yakni PT KA Properti Manajemen dan ditargetkan selesai akhir 2027.

"Kami akan coba canangkan mulai groundbreaking di sekitar Juli nanti. Harapannya, akhir 2027 kita sudah bisa selesaikan konstruksinya," ujar Direktur Komersial PT KA Properti Manajemen Endiyanto dalam acara Penandatanganan Nota Kesepahaman PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk dengan Badan Pusat Statistik, Pemprov DKI Jakarta, dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) di Menara BTN, Jakarta Pusat, Jumat (22/5/2026).

Endiyanto menjelaskan, proyek rumah murah ini akan dibangun di atas lahan milik KAI seluas 2,1 hektare (ha) dengan konsep hunian vertikal setinggi 24 lantai sebanyak tujuh tower.

Hunian di Blok G akan dibangun 1.210 unit hunian untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan Masyarakat Berpenghasilan Tertentu (MBT). Sementara itu, di Blok F akan dibangun 3.432 unit hunian dengan konsep yang lebih premium dibandingkan Blok G.

"Untuk Blok G tipe unitnya adalah tipe 36 dan tipe 45. Secara harga, untuk tipe MBR kami buka mulai dari angka Rp 500 juta sampai Rp 630 juta untuk luasan 45," tutur Endiyanto.

Dalam proses pengembangannya, KAI menggandeng sejumlah BUMN untuk mendukung fasilitas kawasan, mulai dari pasokan listrik, air bersih, gas bumi, hingga internet.

"Harapannya, kawasan ini dibangun seramah dan se-homey mungkin dengan fasilitas seperti sarana olahraga dan area komunal," terang Endiyanto.

(hrp/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads