Horor KRL di Jam Sibuk: 1 Meter Persegi Isinya 8 Orang!

Horor KRL di Jam Sibuk: 1 Meter Persegi Isinya 8 Orang!

Ilyas Fadilah - detikFinance
Rabu, 03 Jun 2026 18:01 WIB
Warga memadati Kereta Rel Listrik (KRL) tujuan Bogor dan Jakarta Kota di Stasiun Tambun, Bekasi, Minggu (22/3/2026).
Foto: (ANTARA/Siti Nurhaliza)
Jakarta -

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengungkap kondisi kepadatan penumpang KRL Jabodetabek semakin tinggi dan melampaui kapasitas ideal. Jalur Tanah Abang-Rangkasbitung menjadi yang paling padat dengan tingkat okupansi mencapai 161% pada jam sibuk.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan, kondisi tersebut menggambarkan betapa sesaknya KRL yang digunakan masyarakat setiap hari. Pada tingkat okupansi 161%, satu meter persegi ruang di dalam kereta bisa diisi hingga 8 orang.

"Pada kondisi saat ini, okupansi rate itu 128% sampai dengan 161%. Jadi kalau kita lihat yang jalur Rangkasbitung, itu sudah peaknya sudah 161% pada jam sibuk. Jadi 161% itu kalau kita gambarkan 1 meter persegi itu isinya 8 orang. Jadi 1 meter persegi itu isinya 8 orang," ujar Bobby dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Rabu (3/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain Rangkasbitung, tingkat kepadatan penumpang juga terjadi di lintas Bekasi yang mencapai sekitar 140% dan Bogor sekitar 130%. Secara keseluruhan, KRL Jabodetabek saat ini melayani sekitar 1,3 juta penumpang per hari.

ADVERTISEMENT

Untuk mengatasi kondisi tersebut, KAI menyiapkan program modernisasi dan peningkatan kapasitas jaringan KRL Jabodetabek. Salah satu fokus utama berada di lintas Tanah Abang-Rangkasbitung yang selama ini belum bisa dilayani rangkaian KRL 12 kereta (SF12) karena keterbatasan pasokan listrik.

"Tentunya satu yang seperti yang kami sampaikan tadi, bagaimana jalur yang ada ke Rangkas, yang pada saat ini sudah 161% okupansi ratenya, itu dengan menambah kereta-kereta baru. Nah, kereta-kereta baru yang lebih panjang, jadi ke Rangkas ini biasanya kereta itu ada SF8 dan SF10. SF12 itu nggak bisa karena kenapa? Listriknya nggak cukup," jelas dia.

Menurut Bobby, KAI akan meningkatkan kapasitas listrik jalur tersebut dengan membangun 11 gardu traksi baru. Langkah ini diharapkan memungkinkan pengoperasian rangkaian KRL yang lebih panjang sehingga kapasitas angkut penumpang meningkat.

"Maka untuk ke Rangkas ini kami melakukan dua hal, dalam dua minggu ini kami akan mulai melakukan pekerjaannya. Yang pertama itu adalah peningkatan daya untuk LAA-nya. Ini tidak simple, kita meningkatkan daya PLN, tapi harus menambah 11 gardu. Gardu traksi namanya. Nah, dengan demikian, dayanya cukup, SF12, itu bisa masuk ke Tanah Abang-Rangkasbitung," beber Bobby.

KAI juga akan memperbarui sistem persinyalan yang sudah tua. Saat ini, sistem persinyalan yang digunakan masih membatasi jarak antar kereta sehingga waktu tunggu atau headway masih sekitar 10 menit. Sebagai perbandingan, lintas Bekasi dan Bogor sudah memiliki headway sekitar 3-4 menit.

"Kami juga melakukan upgrade persinyalan. Saat ini headway yang ada di Tanah Abang-Rangkasbitung itu 10 menit, sementara Bekasi dan Bogor sudah 3-4 menit," ujarnya.

Tak hanya itu, KAI juga berencana memperpanjang layanan KRL dari Cikarang hingga Cikampek, serta mengembangkan lintas Bogor-Sukabumi menjadi layanan KRL. KAI juga menyiapkan pembangunan fasilitas pendukung seperti depo dan stabling untuk penyimpanan rangkaian kereta.

"Nah, ini yang mau kita lakukan itu di KRL Jabodetabek. Untuk kita di tahun 2030 itu, kita akan bisa membawa sekitar 1,5 juta sampai dengan 1,6 juta penumpang per hari, sekarang 1,3, juta," tutup Bobby menjelaskan.

Simak juga Video 'Intip Stasiun JIS yang Bakal Rampung Bulan Ini, Juni Mulai Operasi':

(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads