Kementerian Keuangan (Kemenkeu) turun tangan membantu penyiapan proyek Jalan Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap (Getaci) melalui skema Project Development Facility (PDF). Hal ini disampaikan Plt. Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Ni Komang Rasminiati
Dukungan tersebut diberikan untuk mempercepat penyelesaian berbagai dokumen yang dibutuhkan sebelum proyek kembali ditawarkan kepada investor. Melalui fasilitas tersebut, Kemenkeu akan menugaskan BUMN di bawah mereka untuk membantu proses penyiapan proyek.
"Alhamdulillahnya mendapat semacam bantuan PDF dari Kementerian Keuangan, Project Development Facility. Nanti Kementerian Keuangan yang akan menugaskan kepada BUMN di bawah Kementerian Keuangan untuk melaksanakan penyiapan dokumen-dokumen atau penyiapan proyek tadi," kata Komang dalam media briefing di Kantor Kementerian PU, Jumat (5/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari laman Kemenkeu, PDF adalah fasilitas yang disediakan oleh Kemenkeu untuk membantu Penanggung Jawab Proyek Kerja Sama (PJPK) menyusun kajian akhir prastudi kelayakan, dokumen lelang, dan mendampingi PJPK dalam transaksi proyek KPBU hingga memperoleh pembiayaan dari lembaga pembiayaan (financial close).
Komang menyebut seluruh tahapan penyiapan proyek hingga siap dilelang membutuhkan waktu sekitar dua tahun. Proyek Tol Getaci yang sebelumnya digadang-gadang menjadi yang terpanjang di Indonesia memang kurang dilirik investor.
"Nah harapannya fasilitas PDF ini sampai diberikan dari tahap penyiapan sampai tahap transaksi nanti sampai tahap lelangnya. Nah ini diperkirakan kurang lebih akan memerlukan waktu 2 tahun," jelas dia.
Saat ini pemerintah masih melakukan pembaruan dan peninjauan ulang berbagai dokumen persiapan proyek. Beberapa di antaranya adalah feasibility study atau studi kelayakan hingga Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).
"Untuk saat ini progres yang kami sedang siapkan adalah mengupdate kembali, mereview kembali dokumen studi kelayakannya sampai dengan semua readiness criteria-nya seperti FS, AMDAL, izin lingkungan, AMDAL lalin, itu sedang kami siapkan," imbuh Komang.
Sebelumnya, Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan sampai saat ini belum ada investor yang tertarik dengan proyek jalan tol yang direncanakan mencapai 206,65 km itu. Menurutnya proyeksi traffic atau tingkat penggunaan jalan yang kurang menarik menjadi faktor penyebab lemahnya minat swasta di proyek ini.
"Biasanya kalau satu proyek yang kita tawarkan itu nggak banyak minatnya ya biasanya kan itu karena traffic-nya kurang," kata Dody saat ditemui wartawan di Kantor Kementerian PU, Jumat (10/4/2026).
(ily/fdl)










































