Libur Sekolah Tiba, Jangan Main Layangan di Jalur Whoosh, Bahaya Serius!

Libur Sekolah Tiba, Jangan Main Layangan di Jalur Whoosh, Bahaya Serius!

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 11 Jun 2026 10:58 WIB
Benang layang-layang nyangkut dan mengganggu operasional Whoosh pada Minggu (24/8/2025).
Benang layang-layang nyangkut dan mengganggu operasional Whoosh / Foto: dok. Whoosh
Jakarta -

PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak bermain layang-layang di sekitar jalur operasional Kereta Cepat Whoosh. Peringatan disampaikan seiring aktivitas bermain layang-layang yang berpotensi meningkat memasuki periode libur sekolah.

"Memasuki masa libur sekolah, kami mengajak orang tua, masyarakat dan pihak sekolah untuk turut mengawasi aktivitas anak-anak saat bermain. Layang-layang yang putus dan terbawa angin dapat tersangkut pada jaringan listrik aliran atas Whoosh dan membahayakan keselamatan perjalanan Whoosh," ujar General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa dalam keterangan tertulis, Kamis (11/6/2026).

Sepanjang 2024 hingga Mei 2026, petugas KCIC telah mengamankan sebanyak 452 layang-layang dan benangnya di sekitar jalur operasional Whoosh, terutama di kawasan Padalarang, Cimahi dan Bandung. Jumlah tersebut terdiri dari 25 temuan pada 2024, meningkat menjadi 317 temuan pada 2025 dan 110 temuan pada periode Januari-Mei 2026.

Eva mengingatkan masyarakat untuk tidak bermain layang-layang dalam radius minimal 3 kilometer (km) di sisi kanan dan kiri jalur operasional Whoosh. Layang-layang yang putus dan terbawa angin berpotensi tersangkut pada jaringan listrik aliran atas atau Overhead Catenary System (OCS) yang menjadi sumber tenaga utama operasional Whoosh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jaringan tersebut menggunakan tegangan tinggi sehingga layang-layang atau benang yang tersangkut dapat merusak jaringan listrik aliran atas maupun pantograf kereta yang berfungsi mengambil daya listrik selama perjalanan. Dampaknya tidak hanya berpotensi mengganggu keselamatan perjalanan, melainkan juga menyebabkan gangguan operasional dan keterlambatan perjalanan yang berdampak pada ribuan penumpang.

Sebagai langkah pencegahan, KCIC secara rutin melakukan patroli di sepanjang jalur operasional, memasang papan imbauan keselamatan, serta mengamankan layang-layang maupun benang yang ditemukan di sekitar jalur. Koordinasi juga terus dilakukan dengan pemerintah daerah, aparat kewilayahan, sekolah dan tokoh masyarakat untuk meningkatkan kesadaran warga mengenai pentingnya menjaga keamanan jalur kereta cepat.

ADVERTISEMENT

Selain pengawasan di lapangan, KCIC melaksanakan program sosialisasi keselamatan kepada masyarakat dan pelajar yang berada di sekitar jalur operasional. Sepanjang 2024 hingga Mei 2026, telah dilaksanakan 46 kegiatan sosialisasi keselamatan yang menjangkau 38 sekolah mulai dari jenjang SD-SMP dengan total 7.827 siswa, serta masyarakat di 6 kecamatan di wilayah yang rentan mengalami gangguan layang-layang.

"Keselamatan operasional Whoosh tidak hanya mengandalkan teknologi dan petugas di lapangan, tetapi juga membutuhkan dukungan masyarakat. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan jalur kereta cepat, tidak melakukan aktivitas yang berpotensi mengganggu operasional, serta segera melaporkan apabila menemukan potensi gangguan di sekitar jalur Whoosh," tutup Eva.

Informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Customer Service di stasiun atau Contact Center KCIC melalui WhatsApp (chat dan panggilan) di 0811-8888-111, email cs@kcic.co.id, serta melalui DM Instagram @keretacepat_id.

Lihat juga Video: Jadwal Libur Sekolah Awal Ramadan 2025

(aid/fdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads