Kontraktor Ngeluh Harga Bahan Bangunan Naik Imbas Dolar AS Tekuk Rupiah

Kontraktor Ngeluh Harga Bahan Bangunan Naik Imbas Dolar AS Tekuk Rupiah

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Kamis, 11 Jun 2026 22:53 WIB
Warga mengendarai sepeda motor melintas di kawasan pembangunan Tol Serang-Panimbang seksi II, Cikulur, Lebak, Banten, Sabtu (6/9/2025). Pembangunan Jalan Tol Serang–Panimbang sepanjang 83,67 kilometer yang menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN) di
Ilustrasi.Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas
Jakarta -

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengaku mendapat keluhan dari kontraktor terkait pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS).

Para kontraktor mengeluh Dolar AS yang terus-terusan menekan Rupiah memicu harga bahan bangunan mulai dari semen, aspal, besi, dan baja naik cukup signifikan.

"Iya lah (kontraktor protes), pasti lah. Ya semuanya, kan harga semua naik. Semen naik, aspal naik, besi naik, baja naik," kata Dody saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bersamaan dengan itu, Dody mengaku sudah berkirim surat kepada Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) untuk meminta arahan lebih jauh.

"Saya sudah bersurat ke LKPP untuk minta arahan kayak gitu. Tapi kan saya juga punya diskresi untuk bisa menaikkan HPS (Harga Perkiraan Sendiri) itu. Tapi tetap ada prosesnya, kan?" tutur Dody.

ADVERTISEMENT

Namun saat ditanya apakah pelemahan Rupiah ini akan mempengaruhi biaya proyek pemerintah yang sedang berjalan, seperti ongkos pengerjaan yang semakin bengkak, Dody mengaku hingga saat ini belum melihat adanya kendala.

So far sih nggak ada pengaruh, sih. Masih berjalan biasa saja," tutur Dody.

(igo/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads