Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah mempercepat perbaikan Jembatan Bailey di Jembatan Krueng Tingkeum, Kutablang, Kabupaten Bireuen, Aceh. Imbas perbaikan ini, arus lintas di ruas Jalan Nasional Medan-Banda Aceh dialihkan sementara.
Menteri PU, Dodi Hanggodo mengatakan pemerintah berkomitmen menjaga kemantapan dan konektivitas Jalan Nasional di Provinsi Aceh. Menurutnya, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap pekerjaan di lapangan.
"Perbaikan dilakukan agar jembatan kembali aman dilalui sehingga konektivitas masyarakat dan distribusi logistik tetap terjaga," kata Dody dalam keterangan resminya, Senin (29/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penutupan sementara jembatan dilakukan untuk mengganti 20 keping pelat besi lantai yang mengalami kerusakan. Beberapa pelat patah akibat sering dilalui kendaraan dengan muatan berlebih atau over dimension and over loading (ODOL). Pekerjaan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 6 hingga 9 jam.
Selama pekerjaan berlangsung, arus lalu lintas di jalur lintas timur Aceh dialihkan melalui Jembatan Bailey Awe Geutah di Peusangan Selatan. Kementerian PU mengimbau pengguna jalan untuk mematuhi rambu dan pengaturan petugas di lapangan.
Hingga Minggu (28/6) malam, progres perbaikan jembatan tersebut telah mencapai 71,1 persen. Tim Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh bekerja intensif agar perbaikan bisa diselesaikan secepat mungkin dengan mengutamakan aspek keselamatan dan kualitas pekerjaan.
Kementerian PU juga kembali mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap aturan batas muatan kendaraan. Hal ini krusial untuk mencegah kerusakan infrastruktur sekaligus menjaga kelancaran mobilitas dan distribusi logistik di Aceh.
Kendaraan ODOL tidak hanya mempercepat kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan serta mengganggu kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi barang.
Kementerian PU juga memberi apresiasi kepada masyarakat atas pengertian dan kerja samanya selama proses perbaikan berlangsung. Dengan dukungan seluruh pihak, diharapkan pekerjaan dapat segera rampung sehingga arus lalu lintas pada ruas strategis penghubung Provinsi Aceh dengan Sumatera Utara dapat kembali beroperasi secara normal, aman, dan lancar.
(prf/ega)











































