Basuki Minta Purbaya Tambah Anggaran Rp 2,8 T buat Proyek IKN

Basuki Minta Purbaya Tambah Anggaran Rp 2,8 T buat Proyek IKN

Ilyas Fadilah - detikFinance
Kamis, 16 Jul 2026 12:52 WIB
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono
Foto: Ilyas Fadilah
Jakarta -

Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp 2,86 triliun kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menyebut tambahan anggaran itu dibutuhkan untuk pembangunan IKN batch 3.

Basuki menjelaskan, pihaknya sudah menyampaikam permintaan tersebut kepada Purbaya pada 18 Juni lalu. Usulan tersebut disebut sudah mendapat persetujuan dari Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi.

"Kami telah mengusulkan kepada Menteri Keuangan untuk kebutuhan tambahan anggaran sebesar tahun 2026 pada tanggal 18 Juni 2026 yang akan digunakan untuk kebutuhan anggaran batch 3 dengan skema tahun jamak 2026-2028," kata Basuki dalam rapat kerja dengan Komisi II DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (16/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Basuki menambahkan, tambahan anggaran akan dipakai untuk pengelolaan aset yang telah terbangun hingga pembelian lahan. Berikut rinciannya

ADVERTISEMENT

- Kebutuhan anggaran tahun ke-1 dengan skema MYC tahun 2026-2028 sebesar Rp 2,7
- Kekurangan anggaran pengelolaan dan pemeliharaan infrastruktur terbangun sebesar Rp 15 miliar
- Kekurangan anggaran untuk pembelian tanah, perencanaan kawasan, pemberdayaan masyarakat, penertiban kawasan dan bisnis forum investor di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN sebesar Rp 141,9 miliar.

"Dari Menteri Sekretaris Negara sudah oke, sekarang kami datang ke Menteri Keuangan," sebut Basuki.

Sementara itu, pagu anggaran Otorita IKN pada 2026 tercatat sebesar Rp 5,47 triliun, yang terdiri dari belanja pegawai Rp 423 miliar, belanja barang Rp 732,5 miliar, dan belanja modal Rp 4,3 triliun.

Hingga 30 Juni 2026, realisasi anggaran secara akrual telah mencapai 80,2% dengan memperhitungkan seluruh pekerjaan yang telah dikontrakkan. Jumlah tersebut setara dengan Rp 4,38 triliun.

"Pada tanggal 30 Juni 2026, secara akrual dengan memperhitungkan seluruh pengadaan yang dilakukan secara kontraktual realisasi anggaran otorita IKN tahun 2026 mencapai 80,2%," tutup Basuki.

Tonton juga video "Purbaya Ogah Lokasi Pusat Keuangan Internasional di IKN: Terlalu Sepi"

(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads