Investasi senilai Rp 1,2 triliun bakal masuk ke Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur. Menurut Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, aliran dana tersebut berasal dari investor Korea Selatan melalui PT Dian Jaya Indonesia.
PT Dian Jaya Indonesia merupakan anak usaha perusahaan asal Korea Selatan, Dian Development Co., Ltd. Dalam catatan detikcom, perusahaan ini rencananya akan membangun apartemen di WP KIPP Sub WP 1B, tepatnya di kawasan Pusat Pendidikan dengan sub zona campuran kepadatan tinggi.
"Sebentar lagi yang dari Korea Selatan, Dian Jaya, sekitar Rp 1,2 triliun juga untuk apartemen dan perkantoran," kata Basuki saat ditemui di Kompleks DPR RI Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (16/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Basuki menyebut investasi tersebut targetnya akan terealisasi tahun ini. Basuki dan perwakilan perusahaan juga sudah melakukan pertemuan.
"Oh iya (realisasi tahun ini) makanya kemarin kita undang untuk manasi mereka," tuturnya.
Investasi dari Korea Selatan ini akan menambah penanaman modal asing (PMA) yang masuk ke IKN. Sebelumnya, PT Star Bright International Investment asal China resmi memulai konstruksi proyek kawasan terpadu senilai Rp 1,25 triliun di Sub WP 1B Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.
Proyek ini menjadi konstruksi perdana yang direalisasikan oleh perusahaan PMA asing di IKN dan ditargetkan rampung pada akhir 2026. Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono mengatakan lokasi proyek memiliki nilai strategis karena berada di jantung kawasan pemerintahan Nusantara.
"Lokasi ini sangat istimewa. Dari sini kita dapat melihat Istana Negara serta kawasan yudikatif dan legislatif yang saat ini sedang dibangun. Seluruh kawasan tersebut akan kami selesaikan pada tahun 2028," ujar Basuki dalam keterangan tertulis, Kamis (16/7/2026).
(ily/hns)









































