PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat sebanyak 29.858.267 pelanggan menggunakan kereta api jarak jauh dan kereta api lokal sepanjang semester I-2026. Pelayanan tersebut tersebar melalui 232 stasiun di Jawa dan Sumatera.
"Pemerataan transportasi pada akhirnya membuka pemerataan kesempatan. Ketika perjalanan semakin mudah direncanakan, masyarakat memiliki ruang yang lebih luas untuk belajar, menjaga kesehatan, bekerja, berdagang dan meningkatkan kualitas hidup," kata Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba dalam keterangan tertulis, Jumat (17/7/2026).
Dalam pencatatan per stasiun, satu perjalanan pelanggan menghasilkan satu aktivitas naik di stasiun keberangkatan dan satu aktivitas turun di stasiun tujuan. Berdasarkan metode tersebut, tercatat 59.716.534 aktivitas naik dan turun pelanggan selama Januari-Juni 2026.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebanyak 36.560.181 aktivitas atau 61,22% dari jumlah tersebut berlangsung di 222 stasiun di luar kelompok 10 stasiun dengan volume tertinggi. Artinya, lebih dari tiga dari setiap lima aktivitas naik dan turun pelanggan berlangsung di luar stasiun-stasiun terpadat.
"Di balik 36,56 juta aktivitas naik dan turun tersebut, terdapat perjalanan menuju sekolah, kampus, rumah sakit, tempat kerja, pasar, pusat pelayanan publik, destinasi wisata, serta keluarga di daerah lain. Sebaran ini memperlihatkan peran transportasi dalam memperluas kesempatan masyarakat," beber Anne.
Sebanyak 10 stasiun dengan volume tertinggi mencatat 23.156.353 aktivitas naik dan turun atau 38,78% dari total semester I-2026. Stasiun Pasar Senen menempati posisi tertinggi dengan 3.849.606 aktivitas, disusul Gambir sebanyak 3.227.508 aktivitas dan Yogyakarta 3.217.240 aktivitas.
Berikutnya, Stasiun Semarang Tawang mencatat 2.152.894 aktivitas, Surabaya Gubeng 1.904.845 aktivitas, Purwokerto 1.839.475 aktivitas, Surabaya Pasarturi 1.823.529 aktivitas, Semarang Poncol 1.740.518 aktivitas, Solo Balapan 1.706.290 aktivitas, serta Bandung 1.694.448 aktivitas.
Porsi yang lebih besar di luar 10 stasiun tersebut menunjukkan bahwa mobilitas berbasis kereta api juga bertumpu pada kota menengah, ibu kota kabupaten, kawasan pendidikan, pusat perdagangan daerah, serta wilayah yang terhubung dengan kota-kota di sekitarnya.
Pola yang sama terlihat ketika penghitungan diperluas hingga di luar kelompok 50 stasiun dengan volume tertinggi. Sebanyak 182 stasiun di luar kelompok tersebut secara kumulatif mencatat 13.066.904 aktivitas naik dan turun pelanggan atau 21,88% dari keseluruhan pergerakan selama semester I-2026.
"Volume pelayanan setiap stasiun memang berbeda, namun arti sebuah stasiun juga terlihat dari kebutuhan masyarakat yang dijangkau. Layanan dari stasiun terdekat dapat membuka pilihan perjalanan yang lebih terencana menuju pendidikan, fasilitas kesehatan, pekerjaan, perdagangan dan berbagai kebutuhan keluarga," ujar Anne.
Sebaran pelayanan semakin luas dengan mulai dilayaninya aktivitas naik dan turun pelanggan di Stasiun Comal, Plabuan dan Rajapolah pada April 2026. Perkembangan selama tiga bulan berikutnya memperlihatkan adanya kebutuhan perjalanan masyarakat melalui ketiga stasiun tersebut.
Stasiun Comal mengawali pelayanan dengan 512 aktivitas naik dan turun pelanggan pada April 2026, kemudian meningkat menjadi 5.623 aktivitas pada Mei 2026 dan 5.861 aktivitas pada Juni 2026. Secara kumulatif, Stasiun Comal mencatat 11.996 aktivitas selama April-Juni 2026 dengan volume Juni 2026 meningkat 4,23% dibandingkan Mei 2026.
Pada periode yang sama, Stasiun Plabuan mencatat 23 aktivitas pada April 2026, kemudian meningkat menjadi 375 aktivitas pada Mei 2026 dan 416 aktivitas pada Juni 2026. Total pelayanan selama tiga bulan mencapai 814 aktivitas, sedangkan volume Juni 2026 meningkat 10,93% dibandingkan Mei 2026.
Perkembangan juga tercatat di Stasiun Rajapolah. Aktivitas naik dan turun pelanggan meningkat dari 88 pada April 2026 menjadi 154 pada Mei 2026, kemudian mencapai 286 pada Juni 2026. Volume Juni 2026 meningkat 85,71% dibandingkan Mei 2026, dengan total 528 aktivitas selama April-Juni 2026.
Secara bersama-sama, Comal, Plabuan dan Rajapolah melayani 623 aktivitas naik dan turun pelanggan pada April 2026, meningkat menjadi 6.152 aktivitas pada Mei 2026 dan 6.563 aktivitas pada Juni 2026. Selama tiga bulan pertama pelayanan, ketiganya mencatat total 13.338 aktivitas pelanggan.
"Perkembangan Comal, Plabuan dan Rajapolah menunjukkan bahwa kebutuhan perjalanan mulai terlihat ketika pelayanan naik dan turun tersedia. Setiap angka menggambarkan masyarakat yang memperoleh pilihan baru untuk menjangkau kegiatan dan layanan di daerah lain," imbuh Anne.
(aid/fdl)









































